ibu yg senang sekali kala didengar seluruh bagian cerita detailnya, tanpa mengerti, diberi solusi, atau dinasehati sekalipun.
saya bukan orang yg bijak, bahkan tidak lebih dewasa darinya. tetapi dihadapannya saya merasa dipandang menjadi orang yg paling penting.
panjang umur ya
doa yg trs terasa walaupun ga nampak di depan mata, menjadi aneh kalo semua dinilai berat dihadapan ibu, rasa yakin yg gaada habisnya terbesik di dalam hatinya.
mungkin pertama kalinya posisi ini terbalik, biasanya ibu yg nangis dihadapan sy, tpi kali ini gatau kenapa berbalik.
Pidato sesuka hatinya saja, obrolin apa pun yang keingat saat itu. Persis kayak orang nongkrong di warung jelang larut malam. Asal seru, obrolin. Nggak usah dipikirin isinya, yang penting seru aja.
pada akhirnya semua akan terganti dengan sesuatu yang baru, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, dan begitu seterusnya.
tak luput termakan waktu membaca dua sampai tiga kali untuk isi yang sama, tidak membuat kita menjadi paling mengerti.
bukan begitu, nona/i?
entah mata yg sedang terlelap, mata yg sedang menangis, atau matamu yg sedang terbuka bahagia, semuanya selalu menjadi indah ketika menatapnya dengan waktu yg lama.
kadang suka ngetawain diri sendiri untuk khayalan yg selalu diharap jadi kenyataan, pulang dengan waktu menetap kurang 48 jam, lalu mencoba mengitari jalanan sepi yg kadang berharap disitu momen melepas rindu yg gabisa hilang walaupun sudah coba di release dengan sebuah tulisan.
selalu terkuras banyak tenaga untuk satu mimpinyg gapernah mau hilang dari kalangan pikiran, terlalu excited untuk yg tidak nyata, tapi akan selalu teringat jelas peristiwa yg tidak mungkin tadi, cantik