1/ Export of 24 Octopacks from PT LEN to Thales, France, in May 2025.
Previously, there were exports in December 2025 (26 units), January 2026 (24 units), and February 2026 (24 units).
Orang-orang bilang ini barang kondenya belum ada tapi temen gue yang sempet jadi defense contractor disini bilangnya ada 4 udah di simpen di Semarang.
Adapun alasan itu barang belum pernah nongol adalah Hellfire yang punya Penerbad baru ada yang AGM-114R (laser-guided), sementara yang make longbow itu yang AGM-114L
🤷♂️🤷♂️🤷♂️
Rencana delivery
Rafale :
1). 3 unit sudah tiba di RSN tgl 23 Jan 2026 & 3 unit rencana datang April 2026.
2). 13 unit 2027 & 5 unit 2028.
3). 18 unit 2028-2029.
T-50i :
2 unit April & 2 unit Mei 2026 (Air Ferry), 2 unit T-50i sudah tiba di IWJ tgl 5 Feb 2026 (Air shipment).
1. Semoga Pilatus PC-24 yang dibeli, dimodifikasi jadi ambulans udara untuk medevac/casevac.
PC-24 notabenenya adalah satu-satunya jet 10 kursi yang fully-certified untuk rough field/unprepared runway ops, bisa takeoff di landasan rumput/kerikil & punya native STOL capability.
IMHO. Dari obrolan di space tadi malam bareng mas Hanif, om Gerry dan Om Alman. Saya tertarik dengan tanggapan om Alman yang mengatakan Naval Group harus terus mendampingi PT Pal dalam program Scorpene Evolve LIB, Alasannya aku lanjut bahas di bawah 😊
Baru juga kemarin2 dibahas di Space bareng @kristianlobo1
Semuanya ada kajiannya, dalam kajian juga biasanya ada alternatif juga.
Sekarang, kenapa sih J-10 masuk jadi consideration di aspect technical merit? Ya, sorry yah, kalo cuman sekedar berhasil nembak Rafale India terus jadi faktor utama ya namanya bukan kajian tapi dokumen banyolan... wong kajiannya udah dari sebelum Operation Sindoor (Mei 2025) kemarin.
Saya pribadi emang gak setuju dengan alasan interoperability and geopolitical realities, tetapi, tolong hormati prosesnya, and give credit where it's due.
Ini bukan barang sakti, karena gak ada itu yang namanya barang sakti, yang ada adalah barang yang useful and capable. Again... give credit where it's due.
🇮🇩🇺🇸 "The statement came during an August 6 visit to the company’s shipyard facilities in Surabaya, East Java, by six U.S. congressional staffers from New York, California, South Carolina, West Virginia, Nevada, and Washington."
📸 @PTPAL_INDONESIA
Indonesian state-owned shipbuilder @PTPAL_INDONESIA stated its readiness to provide maintenance, repair, and overhaul (MRO) services for U.S. Navy vessels operating in the Indo-Pacific region 🇮🇩 🇺🇸
Story by @FMalufti
https://t.co/LCkCeX2585
Bagaimana pro kontra & plus minus antara Hull Mounted Sonar (HMS) vs Variable Depth (VDS) atau Towed Array Sonar (TAS)?
Mana yang lebih bagus? Apa keterbatasan masing-masing jenis sonar kapal perang permukaan ini?
Yuk dibahas lewat utas panjang ini!
The Indonesian Leopard 2A4+ and Leopard 2RI tanks have been upgraded with VR5000 Software Defined Tactical Radio (SDTR) made by German Rohde & Schwarz to replace the Harris Falcon II series previously equipped. They can be identified by the unique HK061 rigid antenna.
Indo Defence: PT Agrapana Nugraha Katara, was showcasing a new SWATH boat design. The local company, in partnership with German shipbuilder Abeking & Rasmussen, is proposing this vessel in a "hospital ship" configuration to the Indonesian Coast Guard
https://t.co/8CbfqBGEJg
Jakarta (12/06) - PT SSE resmi menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) dengan Mr. Florent Duleux sebagai Group Export Sales Director dari MBDA (Prancis) pada tanggal 12 Juni 2025 untuk kerja sama dalam pengembangan sistem pertahanan udara jarak pendek berbasis ATLAS Mistral.
MoU ini merupakan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi perlindungan strategis terhadap ancaman udara jarak dekat, melalui teknologi rudal Mistral fire-and-forget yang canggih dan efisien.
Dok: SSE Defense
Yang luput karna ketumpuk hype Kaan, Kemarin lusa di event IDEF2024 kita sudah amandemen kontrak terkait cost share untuk IFX dari 1,6 triliun won (20%) menjadi 600 miliar won, serta mengurangi transfer teknologi.
Kontribusi tersebut berkurang dari 20% menjadi sekitar 7%.
Dari FB PT DI, mereka dapet workshare yg lumayan besar dlm proyek kapal selam Scorpene
Melalui MoU ini, PTDI dan Naval Group akan menjajaki potensi kerja sama di bidang industri pertahanan maritim yang mencakup sejumlah area, antara lain pekerjaan produksi wiring harness systems
1. Ada yang menarik dalam hal kepemilikan AEW&C. Banyak opini jika "AWACS" ini bagus dimiliki dalam jumlah banyak, lalu penempatannya disebar.
Tapi kalau melihat banyak negara yang doktrin AEW&C nya sudah mature, pangkalannya justru terpusat.
Kenapa begitu?
🧵1/4: Keblinger isu mau beli kapal induk atau landing platform helicopter serta komponen udaranya? Yuk simak dulu 🙃
Dalam 6 bulan terakhir timbul diskusi/perdebatan mengenai kebutuhan kapal besar TNIAL, khususnya seputar rencana beli kapal induk (CV/CVH) ITS Garibaldi vs LHD Anadolu.
Ngapain pingin beli kapal induk ITS Garibaldi?
Sebenernya, ini menarik sih dalam "expanding capability" TNIAL.
Namun sebelum ada yang teriak2, "Woi, kita doktrin pertahanan defensif, kapal induk kan buat offensive/projection. Salah dong?" Nggak juga. Kalau mau power projection ya to be honest, Garibaldi kekecilan.
Kita harus ngeliat ini bersamaan dengan rencana/usulan pengadaan pesawat TNIAL. Ada kabar bahwa TNIAL meminati AH-1Z Attack Helicopter.
AH-1Z ini sudah biasa di ship operations di US Marine Corps. Ini memperlihatkan, ada niat komponen udara TNIAL akan dikembangkan untuk memiliki combat capability.
Nah, kembali ke Garibaldi... kenapa gak minta LHD (Landing Helicopter Dock) gede? Ya, sebenernya dua2nya dibutuhkan. Masalahnya, LHD seperti Anadolu, harganya 1.5 milyar USD, sedangkan Garibaldi cuman 400jt USD (karena emang second n sudah tua meskipun masih layak).
Oh ya, cruise speed mereka beda yah. Garibaldi 26-30kts, Anadoli 21kts.
Buat apa sih?
Memang ada combat capability yang harus dikembangkan. Ingat, Indonesia adalah negara kepulauan yang besar sekali. Ada kendala yang kita miliki untuk Indonesia timur, yaitu lack of suitable airbases. Tapi ada kebutuhan lain yang berujung ke 2 tipe platform ini.
CVH Garibaldi & Cavour tidak punya reconfigurable hangar utk vehicle storing & floodable deck utk sea deployment, mereka emg dedicated fixed/rotor wing carrier platform.
Sedangkan LHD kyk Trieste, Juan Carlos I & Mistral. Mereka punya fitur2 Multirole yg dibutuhkan untuk OMSP.
A rendering by Dutch naval architect and platform systems integrator Nevesbu showcases the 🇮🇩 Indonesian Navy's Bung Tomo-class corvette after its MLU program.
The upgrade includes the installation of Thales' latest-generation TACTICOS CMS, SMART-S Mk2 3D radar, STIR 1.2 EO Mk2 FCR, VIGILE Mk2 R-ESM, new tactical data links, and the replacement of Sea Wolf SAM launchers with MBDA's VL MICA system.
With the VL MICA installed on the Bung Tomo Class, the Lekiu-class corvettes of the 🇲🇾 Malaysian Navy will be the only ones remaining with the outdated Sea Wolf launchers.