@MuhHusniMubarok Menarik, based on a gentleman's agreement. Thank you sharing pengalamannya bang, cukup menjawab kalo emang udah ada gentleman's agreement-nya. Soalnya nilainya jadi lebih jelas dan pasti kalo udah ada agreement itu.
Tapi ya at the end lempar lemparan ga bisa terhindarkan jadinya
Entah kenapa ga yakin sama narasi yang dibikin, masa kalo pesen gaada PO? Kalo gaada PO at least ada kontrak kerja ga sih biar bisa ngerjainnya. Trus selama ngerjain gaada project control buat follow up progress atau invoicing kah? Terlalu banyak yang blurry
Agus, Seorang produsen alat mesin pertanian di Madiun mengaku telah di โprankโ Jokowi yg memesan 1000 mesin . Pada waktu masih jadi presiden , JKW mengunjungi pabrik milik nya dalam kunjungan kerja .
Sayangnya, 1.000 unit alsintan jenis Combine Harvest tersebut hingga saat ini hanya dibeli sebanyak 70 unit. Itu pun dibeli secara berkala.
Namun begitu, Agus tetap percaya kepada Jokowi di sisa masa jabatannya ia akan memenuhi janjinya tersebut. Tapi ternyata sampai lengser , janji nya gak di tepati . Duh โฆ ๐คฆ
https://t.co/66BBJiZ5qG
@luminalstre Se engga ketata tatanya administrasi, sebobrok bobroknya management perusahaan kecil. Sistem quotation - purchase order - invoice itu pasti ada ga sih? Soalnya kalo tanpa itu gimana bisa dapet nilai yang disetujui kedua belah pihak?
@liaasister Surat dari sekneg dijadikan dasar PO tanpa ada nilai yang jelas di suratnya? Kalau yang meneruskan kementan dan deal di 70 unit, berarti PO-nya senilai 70 unit saja dong?