hello new moots!! This is your clouddyy ☁️ alias bisa beragam bentuk awan serta langit, ibaratnya kehidupan sang pemilik akun~ soo, hope u have a great dayy and be healthyy! ☘️💫
Tadi lagi beli ayam kampung giling buat MPASI bayi. Sebelum mulai menggiling, abang penjualnya bilang, "Sebentar ya, saya bersihin dulu mesin gilingnya. Soalnya ini buat bayi, harus lebih higienis."
Kupikir bersihinnya cuma sebentar, ternyata beliau benar-benar mencuci mesinnya sampai bersih dan lumayan lama. Hal yang mungkin terlihat sederhana, tapi perhatian kecil seperti itu rasanya sangat berarti. 🫶
Tau gak, penelitian menunjukkan bahwa sperma tercepat BUKAN selalu yang berhasil membuahi sel telur.
Selama ini kita dikasih narasi bahwa pembuahan itu soal lomba lari, siapa yang pertama sampai, dia menang. Tapi ternyata tidak sesederhana itu.
Penelitian menunjukkan bahwa sel telur manusia aktif memilih sperma yang paling sesuai secara genetik. Bukan yang paling ngebut.
Mekanismenya?
Sel telur mengeluarkan zat kimia melalui cairan folikel, semacam “jejak aroma” yang menarik sperma tertentu untuk mendekat.
Yang menarik adalah cairan folikel dari satu wanita ternyata lebih kuat menarik sperma dari pria tertentu, sementara dari wanita lain lebih kuat ke pria yang berbeda.
Proses ini punya nama yaitu cryptic female choice.
Intinya, sel telur juga punya “preferensinya sendiri” dengan memilih sperma yang paling kompatibel secara molekuler untuk meningkatkan peluang kehamilan dan kesehatan keturunan.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Fitzpatrick (2020). Chemical signals from eggs facilitate cryptic female choice in humans.
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
WAJAAAR BGTTT PLSSS!!
aku perna dikasi nasihat sm atasan aku di kantor:
kalo km di umur 20an masi figuring out mau jadi apa? lanjut kuliah atau kerja? klo kerja, mau kerja dimana? mau fokus kerja di role apa? etc.. itu WAJAR BANGETT.
Gapapa buat nyoba semuanya.
Gapapa kalo sekarang masi gatau arahnya kemana.
Gapapa kalo sekarang masih ngerasa stuck.
Yang nggak boleh itu losing your sparks for learning. Coba jalanin dulu apa yang lagi kamu kerjain sekarang, and take every experience as part of the learning process. And trust me—you’re building the person you’ll become🥹
pengen jadi tipe ideal mingyu -> harus semangat kerja -> motivasi kerja berawal dari gaji yang layak -> gaji layak harus dijamin pemerintah -> presidenmu p word -> gaji tidak layak -> tidak semangat kerja -> bukan tipe ideal mingyu
one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya.
BUAHNYA DULUAN!
Percaya nggak, dulu bule-bule Eropa tuh ngalamin krisis kosakata. Mereka lihat langit senja warnanya seindah itu, tapi mentok cuma bisa nyebut yellow-red (kuning-kemerahan). wkwkw Agak miris memang.
Sampai akhirnya buah eksotis ini hijrah dari Asia bawa KTP aslinya: "Nāraṅga" (Sanskerta buat pohon jeruk). Lewat jalur Persia, mampir ke Arab, sampai akhirnya nongol di Prancis kuno.
Saking takjubnya orang sana sama pigmen kulit buah ini yang gonjreng banget, akhirnya mereka nyolong nama botaninya buat dijadiin nama warna permanen sampai detik ini.
Jadi fix ya, alam semesta yang ngeracik pigmen buahnya duluan. Manusia aja yang miskin kosakata sampai harus minjem identitas si jeruk. 🤣🤣
i wish ketemu pasangan yang nggak cuma hadir buat seru-seruan, tapi juga bisa diajak ngobrol soal life plan, growth, dan masa depan. yang enak komunikasi, pikirannya terbuka, emosinya matang, dan bikin kamu merasa didengar tanpa harus menjelaskan semuanya berkali-kali.