Lo tau nggak, Borobudur itu candi Buddha terbesar di dunia... tapi sampe sekarang,
GA ADA satupun prasasti yang bilang "gue yang bikin ini, tanggal segini."
Zero. Nihil. Kosong.
Aneh kan?
Bangunan sebesar itu, tapi identitasnya masih misteri.
Gue bongkar
π¨π¨ EXCLUSIVE: ARNE SLOT AND LIVERPOOL TO PART WAYS WITH IMMEDIATE EFFECT. π£
Itβs over between the Dutch manager and Liverpool after end of the season review. ππΌ
Andoni Iraola, clear favorite to take over as next #LFC head coach.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. π§΅
Rahasia dibalik Informasi NIK yang bisa membuat urusan negara tersusun dengan rapih.
16 Digit, dengan 6 informasi utama : AABBCC{DD}MMYYZZZZ
AA = Kode Provinsi
BB = Kode Kabupaten
CC = Kode Kecamatan
{DD} = Tanggal lahir
01-31 = Untuk laki-laki
41-71 = Untuk Perempuan
MM = Bulan lahir
YY = Tahun lahir
ZZZZ = Nomor urut kelahiran.
Kenapa harus dibuat detail perbedaan sedemikian mungkin, ini bertujuan untuk memudahkan sistem administrasi untuk menentukan siapa diri kita.
Tips di awal berhubungan serius:
1. minta nama lengkap doi
2. buka website https://t.co/PFN8UWjfYp
3. cek nama doi di situ (ada/tidak, kalau ada, di putusan mana, dan tentang apa)
Kenapa ada pompa air (a.k.a sanyo) yg perlu dipancing ada pula yg tidak? Apakah karena kebanyakan nonton Trans7 sehingga pengen ikutan mancing mania (mantapp!!)?
Jadi begini, Kisanak. Untuk memahami urusan mancing mania (mantap!!) ini, kita perlu liat cara kerja pompa air..
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, βini orang kemana sih hidupnya?β
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya:
β¨οΈ metacognition knowledge β¨οΈ
Metakognisi itu kemampuan βngeliatin isi kepala sendiri.β Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja.
Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt.
1. Budaya belajar berorientasi jawaban
Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya:
- kenapa harus pake strategi ini?
- biar cepet paham harus ngapain?
Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil.
Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia.
2. Keamanan psikologis
Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya.
3. Beban kognitif dan tekanan sosial
Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" π₯Ί
Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah?
4. Kurang contoh dan model berpikir
Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat
- gurunya making thinking visible (thinking out loud)
- orang dewasa yg merefleksikan pengalaman
bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar.
Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
Seiring dengan bertambahnya jumlah pengemar F1 yang baru serta kebingungan dalam memahami istilah-istilah F1, terutama dalam regulasi 2026 ini, berikut penjelasan singkat soal istilah-istilah baru sebelum menghadapi balapan pembuka musim 2026.
A THREAD
Salah satu alasan kenapa lo susah dapet project dan kerja itu karena lo masih pake email gratisan kayak:
[email protected][email protected]
Keliatan gak profesional.
Padahal bikin email kayak gini GRATIS:
[email protected][email protected]
Lo ga perlu bayar Google Workspace Rp90rb/bulan.
Gini caranya: