@LambeSahamjja Sebelum program itu dilaksanakan sudah ada yang mengkritik karena sangat rentan dikorupsi dan berbagai masalah lainnya tapi pemerintah tutup mata, sudah tahu dikorupsi tapi dibiarkan tidak langsung di tindak.
@boxxtoc Super tolol sih kalau sudah tahu ngaco dibiarkan begitu saja, uang yang hilang tidak bisa kembali, itu uang rakyat bukan uang pribadi presiden dan dampak harga sembako dan kebutuhan pokok juga jadi tinggi akibat MBG. Memang nggak ada otak dan tone deaf level max.
@djoniecash2 Cacat logikanya, kalau dari awal sudah tidak jelas arah tujuannya buat apa dijalankan itu program. Hentikan lah semua itu jika mau memperbaiki karena uangnya yang sudah keluar tidak bisa dikembalikan seperti semula.
@LambeSahamjja Rusak juga nih logikanya. Kalau dari awal sudah cacat sampai kapanpun pasti bermasalah.
Jangan harap akan ada perbaikan kalau pimpinannya pun melalui proses yang sama cacatnya.
@SmgMenfess Kalau belum memiliki pengalaman kerja.
Jangan gengsi kerja apa saja, tapi juga jangan asal kerja tanpa arah.
Gunakan logika dan rasional dalam memilih pekerjaan.
Gunakan pengalaman dan bangun relasi koneksi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.
@indepenSumatera Apa sudah ada posisi yang akan ditempati atau sedang negosiasi. Buta mata dan hati nurani, begitu banyak masalah dari program tapi tidak mau/berani mengkritik.
@Heraloebss Akan jadi lebih nggak tahu malu kalau dia masih satu rumah dan makan dari gaji bapaknya, kalau beda rumah sudah punya keluarga sendiri beda pandangan masih lumrah sih.
@tempodotco Beneran buta mata hati nurani ini makhluk. Tone deaf level max.
Kalau bukan karena bapak dan mertuanya mencalonkan jadi ketua RT belum tentu ada yang mau pilih dan dukung kecuali ada udang dibalik bakwan.
@mas_veel Membantu itu baik.
Karena salah tata kelola negara jadinya warga negara harus saling membantu, konyolnya para pejabatnya tidak amanah dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
@nakamatika Maaf kalau suudzon, lagi ngincer jabatan apa atau sebentar lagi dapat jabatan.
Apakah mata hati dan nurani sudah mati tidak bisa melihat betapa bermasalahnya program MBD dan KDMP.
@LambeSahamjja Untuk saat ini AI belum bisa kalau menggantikan peran dokter. Yang sangat bisa saat ini DPR ganti AI saja, karena kalian para anggota DPR tidak ada kinerja yang bagus dan hanya jadi beban anggaran negara.