@rizatooo happened to me irl. aku ngalah pas liat ada anaknya, for the sake of my peace and so i wouldnt traumatize them. in that case, yg bikin sebel memang orang tuanya, tapi yg kena dampak tetap anaknya. jadi anak juga bereaksi dari apa yg mereka lihat, gak semata2 nangis tanpa sebab :)
@sanposhimasshou kak, sorry it happened to you :( tapi kalau memang sudah sampai di posisi yang bikin km nggak nyaman, you have every right to speak up for yourself too. harusnya kalau orang tua dari anak tersebut bisa memahami situasinya, mungkin hasilnya bisa lebih baik buat km dan anaknya.
kayaknya konsep “it takes a village to raise a child” sering disalahpahami sebagai “everyone must babysit my child” padahal bukan itu maksudnya. a child is going to encounter many humans while growing up, and those interactions inevitably become part of their development. (cont.)
just to be clear. aku setuju motherhood instinct is a propaganda. but does it really require any "instinct" to be kind and considerate? justru aku pribadi suka sistem masyarakat tradisional yg menjadikan anak tanggung jawab komunal, ga sepenuhnya jadi tanggung jawab ibu.
@wiamra@unclechoiminho right, sesederhana being mindful of what we say verbally around children juga bc they listen, observe, and eventually pick things up from the “village” around them :D
orang tua tetap punya tanggung jawab utama dalam pengasuhan, tapi anak juga belajar dari guru, teman, keluarga, tetangga, dan lingkungan sosialnya. bukan berarti kita semua disuruh ngurus anak orang, tapi keberadaan kita sebagai bagian dari lingkungan mereka tetap punya pengaruh-