Dear you, maybe u’ll find me here. I’ll pin this for you!
I swear in the name of God, for every tear drops, for every heartache u’ve made. It will be coming back to u, ur family, or maybe u’r daughter. I may not watching but I guarantee universe are working on it!
Watch out!!
Ya Allah Ya Rabb, anakku makannya bayak banget tapi gamau menu berulang. Alhamdulillah sih tapi kan sehari mikir 3x menu makan tuh berat banget Ya Allaaaah 🥹💆🏻♀️
Seumur umur aku takut kecoa, tapi barusan liat kecoa mau masuk kamar anakku, spontan langsung aku tendang. Gila! Apa aja aku hadapi kalo ganggu anak sih! 💪🏻
Hari ini anter Papa Mama kontrol ke RS
🤦🏻♀️ Aku anter pulang ya Ma
👵🏻 Gausah, pesen grab aja biar kamu langsung masuk tol, kasian anak nungguin
🤦🏻♀️ Semua kasian sama anak, gaada yg kasian sama aku
👵🏻 Kamu ga perlu dikasianin, suami baik, duit punya, fasilitas ada. Bersyukur lagi ya
Bangun tidur dengan senyum senyum bahagia karena habis mimpi ketemu Ismi, Balqis dan beberapa temen lainnya (yang gatau siapa) kita sama sama lagi di bandara nunggu take off ke mekah. Yaaa aminin dulu aja sih yaaaa 😌🥹
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
@Annisakocaa Se pengalaman aku ya, karena lucu lucu jadi aku beli dengan ukuran beragam, misal ada yg nb-3 bulan, 3-6 bulan gitu, soalnya kepakenya sumpah bentar bgt wkwk
Atau beli baju secukupnya aja, biarin tiap minggu beli ukuran baru daripada nyetok di awal tau tau udah kekecilan semua 😌