Presiden SBY: kami berhasil melalui Great Financial Crisis 2008-2009 dan Taper Tantrum 2013 dengan cukup baik
Presiden Jokowi: kami berhasil melalui Trade War 2018 dan Covid Crisis 2020 dengan cukup baik
Presiden Prabowo: GW YANG BIKIN KRISISNYA AJG AWOKWOKWOKWOK
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
siapapun yg kepilih, the whole ship is leaking everywhere. mau ekonom penerima nobel pun gak bkl bisa nutup lubang2 itu. the main problem lies in prabowo himself. it's a leadership failure!
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
NIGHTMARE WNI BULAN INI:
1. IHSG tembus 5,857
2. Rupiah hampir menyentuh 18,000
3. DAN PRESIDEN KITA MALAH WORLD TOUR.
Ini presiden apa idol si sebenarnya.
Kenapa dapur MBG pakai skema yayasan?
Karena biar BEBAS PAJAK
Udah dapat insentif segudang, ditambah korupsi miliaran per hari, masih bebas pajak pula.
Ini namanya perampokan berjamaah dan terstruktur.
MBG = Maling Berkedok Gizi
I'm not joking. I think we need to remove Teddy from power. Balikin dia jadi ajudan pribadi Prabs atau apalah itu dimana dia gak megang posisi strategis.
Kalo Prabs ngerasa gak bisa kerja tanpa semuanya diurus Teddy, he's clearly unfit to be in the office.
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
Anak kecil perempuan imdonesia went from main masak masakan to bikin vlog pura pura a day in my life as a corporate girly is NOT on my bingo list 😭😭 dari terjebak gender roles jadi meromantisasi kapitalisme wkskwosmlsks
Pak Anies memasak 🔥
Orang pinter kalo ngeroasting bikin mikir dan cuma yg akalnya nyampe yg paham😭
Masyarakat kita emang ga ramah sama majas satir.
Lagu mas bahlil ganteng yg sebenernya meme satir buat kritik pemerintah aja lama-lama jadi hiburan yg bikin masyakarat simpati sm bahlil.
Jadilah songwashing. Persepsi warga tentang kondisi atau figur politik itu berusaha diubah pake lagu yg catchy.
Kalo pak anies ini satire versi akademisnya 🤣
Pertanyaan trivia yang kedengerannya innocent tapi ujungnya: bapak pendidikan Indonesia jabatannya cuma 3 bulan hehehehe 🙂
Banyak banget catatan saya terkait jawaban Seskab Teddy ini:
1. Ad hominem dan julid, Teddy buka dengan pujian ke Dino, "diplomat hebat." tapi langsung ditambah "pernah jadi wamenlu, hanya diberi kesempatan 3 bulan."
meremehkan kredibilitas Pak Dino.
2. Klaim biaya kelebihan anggaran "sepenuhnya ditanggung pribadi Presiden Prabowo."
Mana buktinya?
Tidak ada transparansi, laporan BPK, verifikasi KPK, dan mekanisme pertanggungjawaban publik yang disebut.
3. Klaim rombongan turun dari 120 ke 50-60 orang. Diklaim sebagai kemajuan besar.
Lihat frekuensi kunjungannya dalam setahun.
49 kunjungan × 50 orang = 2.450 "orang-perjalanan"
Dan ada satu konteks yang Teddy lupa sebut,
Pada Januari 2025, Prabowo menandatangani Inpres No. 1/2025 yang memangkas anggaran perjalanan dinas pejabat hingga 50% dengan target penghematan Rp20 triliun.
Tapi Prabowo sendiri menghabiskan sekitar 95-112 hari di luar negeri (setara empat bulan penuh hari kerja tanpa libur).
oke nanti dilanjut lagi, mau jalan.
@aniesbaswedan Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.