Nama-nama yang sudah tertulis di langit, akan tetap terbaca dalam waktu. Mungkin kau tak suka tapi itulah yang terbaik untuk semua. Mungkin bagimu baik tapi belum tentu baik untuk semua. Dalam gelap selalu ada hikmah. Seusai badai yang datang, selalu ada tumbuh peluang. Maka setelah semua usahamu, minta dijagalah hidup yang tersisa itu.
Ternyata berdamai dengan keadaan sangat diperlukan ya? Kita hanya perlu mengatur rasa, menikmati air mata, dan ketika waktunya tiba, semua menjadi baik-baik saja.
Bagaimana dengan lukamu? Sudahkah sembuh, atau jiwamu sudah sepenuhnya kembali utuh? Apakah sayatan-sayatan sebab kepergianku sudah kau sulam sehingga tak lagi tersisa luka?
Terima kasih pernah singgah meski ujungnya tak indah. Rasanya tidak menyangka aku dan kau akan menjadi seasing ini. Kita seolah lupa pernah begitu dalam saling menjaga hati. Kita seolah lupa pernah menanamkan cinta yg rasanya akan abadi.
Apa momen adulting yg bikin kalian sadar kalau kalian udah dewasa?
Me: Yang selama ini kukira keluarga besar damai2 saja dan harmonis, ternyata cuma pikiran bocilku saja. Rupanya ketika dilibatkan, aku sadar klo penuh konflik. Cuma ga keliatan aja pas lg kumpul. 🥺
"hati" itu berpikir perasaan dan "pikiran" berpikir logika. Namun hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Hati dan pikiran ibarat 2 penasehat. Kadang beda pendapat. Mereka memainkan perannya dengan cara yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda.