365 hari
TROY VS JOKOWI
Yang kami hadapi bukan sekadar konflik biasa. Selain melawan mantan Presiden yang menguasai banyak duit, konflik ini memiliki pola psikologis yang sangat spesifik:
Kombinasi antara kekuasaan, penyangkalan, dan kebutuhan untuk tetap terlihat benar di mata publik.
Bertarung dengan orang yang sadar salah itu masih ada titik masuk: logika, rasa malu, atau hukum.
Tetapi bertarung dengan orang yang tidak merasa salah, justru menganggap dirinya benar, bahkan merasa berhak menghukum orang lain, seperti yang sudah dia lakukan terhadap Bambang Tri dan Gus Nur,
Hasilnya adalah level pertarungan yang paling melelahkan secara mental dan eksistensial.
Dan ketika lawan kami ini Jokowi, maka perhitungannya bukan hanya tentang individu, tetapi tentang:
Sistem kekuasaan
Jaringan kepentingan
dan narasi publik yang dibentuk secara masif: memfitnah, membully, membunuh karakter, dan mencaci-maki.
Itulah mengapa ini terasa seperti pertarungan 365 hari tanpa henti.
Karena yang kami lawan bukan hanya orang, tapi struktur realitas yang dia bangun di sekitar dirinya.
Hikmah 365 hari yang kami temukan adalah:
Pertarungan paling berat bukan melawan orang kuat.
Tapi melawan orang yang menipu, berbuat jahat, tidak merasa salah
dan masih percaya diri meyakini dia pernah kuliah di tempat yang bahkan dia tidak tahu seperti apa tempat itu sesungguhnya,
Dan tetap ingin menang, bahkan bukan sekedar itu, dia tetap ingin menghukum orang lain.
Selama 365 hari ini, itulah pertarunganku.
Aku tidak sedang melawan kekuasaan.
Aku sedang melawan kebebalan yang merasa dirinya adalah kebenaran.
Seseorang yang menipu, tidak merasa bersalah.
Seseorang yang berbuat jahat, tapi merasa jadi korban.
Dan yang paling berbahaya,
dia ingin menang, sambil menghukum orang yang mengungkapnya.
365 hari, semoga Allah melindungi dan menjaga kami.
Kita lihat Peta JAWA.
Siapa pun yang menang, Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Jatim.
Yang menang tetap Oligarki.
Yang menang tetap 9 Naga.
Proyek PIK sampai PIK-20 jalan terus. Membentang dari Ujung Barat hingga Ujung Timur Pantai Utara Jawa.
Proyek Indochina dengan arah mengikuti Jalur KCIC akan jalan terus. Dari Halim sampai Tegalluar sampai Kertajati.
DKI Jakarta dan Jabar diduduki dan dikuasai, tanah-tanahnya yang berharga, menjadi negara dalam negara.
Jateng tetap dibiarkan miskin dan bodoh, hidup dari Bansos, Pinjol dan Judol.
Jatim dikeruk habis Sumber Daya Alamnya: Emas, Minyak, Gas, yang masih berlimpah ruah.
-------
Ini baru bicara Jawa. Belum 4 Pulau Besar yang lain, dan 17.000 pulau kecil yang lain.
Yth Presiden @prabowo
Orang sebelah Bapak ini, baru saja dipecat Partai yang sudah membesarkan dia
Sudah dibuang oleh Partai yang jadi tunggangannya menuju berbagai jabatan hingga puncaknya.
Partai yang mengubah nasibnya dari orang pinggir kali sampai jadi Presiden.
Partai yang memberi jabatan dan kekayaan kepada anak dan menantunya
Dan Partai itu jugalah yang dia khianati.
Bagi kami, Rakyat, orang ini TIDAK ADA GUNA, kami malu, kami mual, dan kami jijik kepada orang ini.
Kalau kapan lagi minta izin mau menghadap ke Istana, atau mau main ke Kertanegara, kasih palang pintu, Pak.
Paling juga dia akan menghiba-hiba kepada Bapak, minta ampun, dan minta perlindungan atas nasib anak-anaknya.
Apalagi, Aguan, Bossnya 9 Naga sudah menyanyi. Nyanyian merdu yang akan diikuti Paduan Suara 8 Naga yang lain.
Sudah pasti, nasib dia, juga nasib anak-anaknya bakal dirujak dan dibelejeti oleh 9 Naga. Karena 9 Naga tahu, sesegera mungkin mereka cuci tangan dan menjauh dari orang ini, dan sesegera mungkin mendekat kepada Bapak, adalah langkah sangat bagus untuk bisnis mereka.
Seperti yang sudah saya duga, Pak
Belum ada 100 hari, semua orang akan balik badan dan pergi dari manusia cungkring durjana ini. Bahkan kroni-kroni yang dulu nempel ketat ke istana.
Bahkan orang-orang yang rela nyembah bahkan cium sepatu Jokoei, akan segera melipir, melengos, bahkan buang muka pura-pura tidak kenal dengan manusia ini, tak akan lebih dari 100 hari, Pak.
Kami, rakyat, mengingatkan.
Bapak Presiden, kami semua mendukung Bapak. Kami semua berdiri di sekeliling Bapak, bersama Bapak.
Orang yang minta bertemu Bapak dan minta makan malam di rumah Kertanegara seakan-akan Bapak yang mengundang, sudah tidak ada harganya lagi bagi kami, Pak.
Masa lalu dan masa depan Indonesia
Sama suramnya dengan wajah keduanya.
Bener-bener musibah beruntun bagi Indonesia.
Sampai sekarang masih ngga habis thinking. Bisaa gitu ya dapat spek begini buat Pemimpin negara besar.
Trus masih saja ada yang belain. Masih saja ada yang puja-puja. Masih saja ada yang sembah-sembah.
Bingung banget, kan
Lulusan SMP memimpin rapat,
Peserta rapatnya lulusan S2, S3, bahkan double S2, double S3.
Menghasilkan cara baru dalam memimpin rapat, yaitu bicara dengan teks.
Menurut saya, lebih baik begitu, daripada dia mimpin rapat tapi ngomong begini:
Tembak mati semua.
Seret sampe mati.
Mau syusyunya Syahrini.
Syusyu kecil.
Jendral pecatan.
Anak homo.
Biji satu.
Nyabu seiman
Wadoooh...ya sudah dibikinin teks aja lah.
.
.
Akun fufufafa bersih bersih hapus Ribuan Post
Gibran nyuru nanya ke -yang punya akun-
Percaya gak .. Waktu akun fufufafa
nanti udah bersih ..
Bakalan muncul 1 Orang dari Antah Berantah
trus NGAKU KALO DIA PEMILIK FUFUFAFA ??!!
Kayak kasus pelapor Gugatan Usia di MK
Mendadak Muncul .. Mendadak Raib
Guwa rasa kayaknya begitu skenarionya tuh
.
.