it is always, “kok perempuannya mau?” and never, “kok laki-lakinya maksa?” or “kok laki-lakinya minta terus padahal udah ditolak?” patriarki bener-bener menginternalisasi otak kalian kejahatan laki-laki sebagai sesuatu yang ‘wajar’ dan perempuan udah sepantasnya nerima
well deserved!! jumbo ngajarin anak2 buat ga takut hantu gausah takut kuburan tpi takutnya sama pemerintah culas (pak kades) yg punya agenda terselubung (penggusuran lahan)
Oh ternyata memelihara rakyat miskin dan bodoh itu bukan cuma untuk dipanen suaranya per 5 tahun sekali, tapi juga untuk dijadikan kambing hitam ketika ada kecelakaan fatal. Gampang aja bikin narasi semacam ‘SDM rendah’ dan nyalahin korban padahal aslinya karena corrupted system.