Sampe sekarang masih percaya dibalik semua keinginan yang gagal, Allah punya hadiah buat kita. Dan Lo bakal bilang, "Jadi gua gagal dapetin ini, ternyata Allah udah nyiapin ini." Allah itu baik loh, lo minta yang baik, dia kasih yang terbaik.
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
eh kontol tadi pertalite di spbu deket rumah gw abis gw terpaksa beli pertamax anjeng. opsional mata lu. motor gw bisa isi es teh jumbo dah gw isi es teh jumbo ya monyet
hal yg akan gw kenalkan ke anak2 gw:
- hidrogeologi lewat my neighbor totoro.
- hukum newton melalui haikyuu & kuroko no basket.
- fullmetal alchemist sbg pengantar stoikiometri.
- satoru gojo & konsep singularitas.
- eren yeager sbg studi kasus determinisme.
- SENKU IS RIGHT.
@KapudS640 Orang seumur idupnya mode survival emang ga relate dgn rasa menjalani idup dengan tenang dan layak.
Yg diperjuangin tuh hak untuk memperoleh ketenangan dan kelayakan idup
Klo soal bisa makan mah binatang jg bisa
anjg gw lg makan di resto trs deket gw ada anak sma lagi pacaran, cowonya bilang “sebenernya aku mau ajak ke tempat yang lebih jauh, tapi bensin sekarang mahal” YA ALLAH ADEKK KASIAN BGT PACARANNYA DI INDONESIA 😭
@Hnirankara bandingkan dapet LPDP berarti daia pinter, lo bandingin sama mereka berdua karena mereka public figure makanya lo ngecap mereka kayak gitu. Mending lo benerin pola pikir lo deh 😂🙏
@Hnirankara Hadeuh, mulai deh nyalahin orang lain, kebiasaan bgt kalo gagal dalam mencapai satu hal bulannya evaluasi malah nyalahin orang lain 😮💨 LPDP juga yang keterima mah banyak kali kak yang dari kalangan menengah ke bawah, kakak ipar gue juga dapet. Kak muti dan kak maudy yg lo-
Hidup tuh harus punya empati dan simpati, syukur punya hidup yang enak. Tapi coba lu mikir orang lain, emang sama kayak lu, bisa ngopi ngudud tiap hari?
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
in this economy
yang masih punya pekerjaan, jaga baik2 pekerjaanmu, yang penting masih bisa makan dan bisa bayar2 dulu. turunin ego kalau ada niat untuk resign sebelum nemu pekerjaan lain sebagai opsi
-rupiah udah 18rb dan keliatan masih akan melemah
-harga kebutuhan pokok naik
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
saya sangat benci orang yang meromantisasi kemiskinan dengan menyebutnya sederhana dibalut agama, wdym bro agama tidak menyuruh putus asa untuk tetap miskin, agama nyuruh belajar, agama nyuruh kerja, nabi saudagar kaya, khadijah maharnya setara 1.3 Milyar.