#TelatNonton
Bugonia (2026)
HBO MAX
Kalau ada orang bilang Bugonia adalah film paling normal dari Yorgos Lanthimos, kemungkinan besar orang itu belum pernah nonton Bugonia.
Premisnya sendiri udah terdengar gila. Dua orang penggemar teori konspirasi menculik seorang CEO perusahaan farmasi karena mereka yakin wanita itu sebenarnya alien yang sedang merencanakan kehancuran umat manusia. Dan anehnya, semakin lama film berjalan, semakin masuk akal semua kegilaan yang terjadi di layar.
Jesse Plemons tampil luar biasa sebagai Teddy, sosok yang kelihatan seperti orang yang terlalu lama menghabiskan waktu di internet sampai batas antara fakta dan teori konspirasi benar-benar hilang. Dia bukan karakter yang mudah disukai, tapi juga cukup menyedihkan untuk membuat kita paham kenapa dia bisa sampai seperti itu.
Emma Stone juga kembali membuktikan kenapa dia cocok banget bekerja sama dengan Lanthimos. Karakternya dingin, manipulatif, dan nyaris nggak punya empati. Bahkan tanpa teori alien sekalipun, ada banyak momen yang bikin kita berpikir, "jangan-jangan memang ada yang nggak beres sama orang ini."
Yang paling gue suka dari film ini adalah cara Lanthimos menggabungkan situasi yang benar-benar absurd dengan suasana yang terasa sangat serius. Banyak adegan yang sebenarnya konyol, tapi disajikan seolah-olah ini hal paling normal di dunia. Hasilnya justru jadi lucu dan bikin nggak nyaman secara bersamaan.
Film ini juga terasa relevan dengan kondisi sekarang. Di era ketika orang bisa percaya apa saja setelah membaca beberapa thread internet atau menonton video teori konspirasi selama berjam-jam, Bugonia terasa seperti sindiran yang cukup tajam. Tapi untungnya film ini nggak berubah jadi ceramah. Fokusnya tetap pada karakter-karakternya yang sama-sama kacau.
Bukan berarti film ini bakal cocok untuk semua orang. Humor khas Lanthimos masih sangat aneh, dialognya sering terasa canggung dengan sengaja, dan alurnya kadang bikin kita bertanya-tanya sebenarnya sedang nonton komedi atau horor psikologis.
Tapi buat yang suka film-film seperti Poor Things, The Favourite, atau The Lobster, kemungkinan besar bakal menikmati kekacauan yang ditawarkan di sini.
Rating: 8,5/10
Absurd, gelap, lucu, dan kadang bikin geleng-geleng kepala. Film yang membuat teori konspirasi internet terasa lebih menyeramkan daripada alien itu sendiri.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. โ๐ฎ๐ฉ tinju ke atas.
2 Juni 1897
Pada 2 Juni 1897, Tan Malaka lahir di Pandan Gadang, Sumatera Barat. Ia kelak dikenal sebagai tokoh revolusioner, pemikir politik, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Melalui karya seperti Madilog, gagasannya memberi pengaruh besar dalam perjalanan intelektual bangsa.
kalo kata motivator korporat, kalau gaji 5juta, kontribusi 10jt maka 5 juta dibayarkan dengan rezeki dalam bentuk lain, begitu juga sebaliknya. jadi kami hanya mendoakan semoga beliau dapat sesuai dgn kontribusinya, gak benci kok๐