a healthy relationship isn’t one where neither person ever makes a mistake or causes the other pain. it’s one where both people take responsibility for what happens afterward. they don’t brush things aside just because the argument is over. they come back, listen to each other, acknowledge the hurt, and make a genuine effort to do things differently. love isn’t just about avoiding hurting each other. it’s about caring enough to repair the damage when it happens.
i didn’t choose you because i thought you were perfect. i chose you because i could see beyond the version of yourself you let everyone else see. i noticed the insecurities you hide, the disappointments you still carry, the fears you rarely put into words, and the parts of yourself you struggle to accept. knowing those things didn’t make me want to walk away. it made me want to understand you better.
beneath all those walls, i saw someone with a good heart, someone who had survived things that weren’t always easy to talk about, someone who deserved to be treated gently instead of constantly judged for their imperfections. i don’t expect you to have everything figured out. i want to be someone you can breathe around, someone who offers patience when life feels heavy and reassurance when you struggle to believe in yourself. i want my love to remind you that you don’t have to hide the difficult parts of yourself to be worthy of being loved.
gw dari kecil sering diajari papa, kalo barang rusak/hilang, selalu bilang “udah masanya”. but it needed a lot of life lessons and missing chances akhirnya gw bisa belajar detach ke banyak hal.
makanya skrg kalo ada barang yg pecah/rusak/hilang, selalu nekenin—
one of the biggest things i’ve learned about love is that you need someone who is genuinely in your corner. not just someone who gives you butterflies, but someone who becomes your safest person when life gets ugly. because life will get ugly sometimes. there will be grief, disappointment, stress, uncertainty, and seasons where neither of you has much left to give. chemistry matters, absolutely. but chemistry alone cannot carry you through a life together. choose someone whose loyalty and commitment still show up when things stop being romantic.
The love you receive from someone who knows how to be alone is the most sincere there is.
Because a solitary soul loves you by choice, not out of the need for company.
my favorite kind of intimacy is when two people start using each other’s random phrases and mannerisms without even realizing it. you just wake up one day and realize you speak a little bit of their language.
nemu ini bagus bgt :
i don’t regret loving people wholeheartedly.
banyak yang bilang jangan terlalu nunjukin rasa, jangan terlalu effort, takutnya nanti disia-siain. but honestly, i don’t wanna love with a calculator in my hand.
my love tank has always been full. i grew up surrounded by love, effort, and people who made me feel cared for. so when i genuinely care about someone, giving comes naturally.
kalau suatu hari ternyata it doesn’t work out, yaudah. it doesn’t make everything i gave any less real.
Jangan-jangan cara seseorang bercanda ternyata ada hubungannya dengan cara dia mencintai?
FYI aja nih, playful di sini bukan sekedar orang yang receh doang ya. Tapi mereka yang emang pake jokes buat ngehibur orang, nyairin suasana pas lagi berantem, dan bikin vibes interaksi jadi asik terus. Orang-orang kek gini tuh cenderung punya attachment avoidance yang lebih rendah (alias ga takut buat terikat/deket sama orang).
Terus mikirnya orang yang seneng becanda pasti lebih chill soal cemburu-cemburuan kan? eits, ternyata ga kek gitu buat yang masih single, kaitan antara sifat playful sama jealousy tuh kecil banget bahkan nyaris ga ada wkwk.
Playful bukan berarti dia bebas dari yang namanya insecure. Lebih tepatnya, emang ada korelasinya antara gimana dia enjoy sebuah interaksi sama gimana cara dia nge-handle kedekatan emosional.
substack best medsos menurut gw. no ads, gaada orang jualan, gaada buzzer. semua sangat positive vibes. termasuk kritik yang ditulis pun dikemas dengan thoughtful juga membangun diselipi komedi yang bikin terkekeh. i could sit all day sipping my coffee while doom scrolling on it
Ternyata pacaran tuh bisa ngubah cara kita ngelihat diri sendiri.
Kita mikirnya sebuah hubungan itu cuma proses ngenalin orang lain. Padahal, pelan-pelan kita juga lagi "nyerap" sebagian dari diri mereka ke dalam diri kita.
Mulai dari cara mikirnya, selera musiknya, kebiasaannya, sampai cara mereka ngelihat dunia.
Kayaknya ini deh alasan kenapa orang tertentu bisa terasa menarik banget.
Bukan karena sifatnya yang kita suka, kita tertarik karena dia bawa sesuatu yang belum pernah kita punya.
Dunia baru, sudut pandang baru, pengalaman yang beda. Dekat sama dia bikin dunia kita rasanya jadi ikut lebih luas.
Tumbuh bareng pasangan bukan berarti kita harus berubah jadi mirip dia. Kalau di psikologi ada yang namanya Self Expansion Theory di mana kita ngambil hal-hal baru dari pasangan buat memperkaya diri.
Masalahnya baru muncul kalau kita terlalu banyak kompromi dan berubah, sampai akhirnya lupa mana diri kita yang asli.
Jadi hubungan yang sehat itu mungkin bukan nemuin orang yang bisa "melengkapi". Tapi nemuin orang yang bikin kita berkembang, tanpa harus bikin kita kehilangan jati diri.
Dear teman-teman onlineku, stop ngerasa bisa ngelakuin semua hal sendirian.
Orang yang jarang ketemu dan ngobrol langsung sama orang lain, tubuhnya lebih rentan sakit.
Makin jarang interaksi dengan sesama, makin tinggi juga tingkat peradangan di tubuhnya.
Peradangan yang numpuk lama-lama diasosiasikan sama resiko penyakit jantung, stroke, demensia, bahkan kematian dini.
Dari dulu aku memegang prinsip love isn't something urgent, bukan sesuatu yang harus dikejar dan harus segera didapetin cm krn takut terlambat/hal yang lain, there's so much more to life than a relationship, the world is so BIGGG, chase that dream girl