[Pre-Order Majalah Marhaen Edisi VI]
Halo, Sobat Marhaen
Majalah Marhaen kembali hadir dengan tema "Kegagalan Sistemik dalam Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM)." Beragam tulisan dalam edisi ini mengajak pembaca memahami isu-isu HAM dari berbagai perspektif.
Aidit juga kayaknya meski dia mati ada jutaan orang yang mau gebukin dia di kubur karena nonton film G30SPKI. Belum lagi keluarga korban lainnya di dunia kena stigma juga dan itu terjadi berpuluh-puluh tahun.
Kalau sudah akui bahwa isi film itu salah, minta maaf sih.
“Mengkritik harus santun” tuh akal akalan penguasa didikte seolah kalau gak santun gak valid isinya, digeser ke tatakrama, jadi gak fokus ke kritiknya.
Lagian ya ngapain santun sama orang brengsek dan jahat.
Lu disuruh santun supaya gak menganggu stabilitas supaya bisa mereka cuekin karena gak menganggu.
Begitulah kalo korban pembantaian 1965 bisa hidup lagi.
Akan berkata kasar kepada mereka yang melegitimasi kekerasan budaya pasca 1965.
Saya tidak akan baca lagi buku blio dan tidak merekomendasikannya.
There’s a difference between struggling to admit that your father was a collaborator in mass killings and insisting that his actions were innocent. No one chooses to inherit a killer’s legacy, but defending your father’s actions will never bring justice.
@NaziraCNoer@bleednectar Mba Nazira, film yang bapakmu sutradarai menggambarkan Gerwani sebagai kultus perempuan amoral dan haus darah, hobi menyayat kelamin jendral. Mba Nazira, apa pernah ketemu Ibu-ibu Dialita? Semoga pernah ya.
Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus tampil dalam barisan parade (delfile) HUT ke 80 Bhayangkara. Pas kan ya dengan investasigasi mahasiswa UBK yang sempet cair kemarin 😂
Gue adalah orang yang sering mengalami hal ini di internet dan dunia nyata. Emang lakik tuh sering pada ga nyadar kalau apa yang mereka lakuin sbnrnya GAK JELAS ANJIR, menggurui dengan dropping references tapi ga mau coba refleksi/memahami dulu konteksnya apaan, atau minimal bgt-
Dilansir dari akun bara.api, panicalcult, dan paramedisjalanan, sudah banyak yang tertangkap oleh kepolisian
Penangkapan dilakukan secara random, bersolidaritas dengan kawan kawan yang tertangkap!
[Nasional]
Marhaen, Jakarta – Sejumlah mahasiswa menilai lingkungan kampus di Indonesia masih belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman bagi kelompok minoritas seksual untuk mengekspresikan identitas. Mereka masih menghadapi stigma, stereotip, hingga sikap homofobik.
[Kabar Kampus]
Marhaen, Jakarta – Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keputusan tersebut diambil setelah pihak kampus menerima pengakuan mengenai penerimaan dana.