Jangan terus lari dari bosan.
Kamu gampang bosan sama pekerjaanmu, dengan pasanganmu?
Skill penting sekarang ini skill “betah bosan”. Kalo kata profesor Harvard, Arthur Brooks: You need to be bored.
Sekarang ini, bosan dikit, langsung buka hp. Nunggu beberapa detik, langsung buka hp. Bahkan di dalam lift, sekarang ada distraksi, ada video atau audio.
Kita jadi terus berada di “doing mode”, sangat kurang “being mode.”
Daniel Gilbert di departemen Psikologi di Harvard, bikin eksperimen. Orang di dalam ruangan, diminta nggak melakukan apapun, hanya ada sebuah tombol yang bisa ditekan. Tapi kalau ditekan, dia kena kejutan listrik yang lumayan sakit. Jadi bosan atau kena kejutan listrik. Hasilnya? Sebagian besar peserta eksperimen milih memberikan kejutan pada diri sendiri daripada bosan.
Kita nggak suka bosan. Padahal kita perlu bosan. Kenapa?
Karena pada saat kita bosan, maka kita gunain bagian otak yang disebut default mode network. Iya, nggak nyaman, pikiran akan mengembara, akan muncul ingatan yang selama ini kita ingin lupakan, muncul pertanyaan yang ganggu: Kapan aku sukses? Kapan aku nikah, punya anak? Sampai pertanyaan eksistensial: Apa arti hidupku?
Dan di “being mode” gitu ternyata baik buat kita. Kita menemui diri sendiri, kita hanya menyadari semua pikiran dan pertanyaan itu, hanya jadi sang penyaksi tanpa berusaha menjawab pertanyaan itu.
Salah satu penyebab ledakan depresi dan kecemasan sekarang ini adalah karena banyak orang sebenarnya kekurangan momen “being mode”. Default mode network di otak kita jarang banget aktif.
Iya, bosan itu nggak nyaman. Tapi kita perlu melatih diri betah bosan.
Kalo bosan dikit, temenin rasa bosan itu, jangan lari. Kalo nunggu, ya hanya diem nunggu aja. Di momen tertentu, just be, sekadar hadir.
Sehingga kamu jadi gak gampang bosan juga dengan berbagai hal di hidupmu, kamu jadi gak gampang bosan sama pekerjaanmu, kamu jadi gak gampang bosan sama pasanganmu.
- Sang Penyaksi Nafsu Ngaceng -
Ramai soal pelecehan seksual di medsos.
Ini buat semua laki-laki.
Ngaceng, nafsu itu wajar. Tapi saat gitu, jangan dilawan, tapi juga jangan dipuaskan, jangan melecehkan, maksa orang buat ngentot.
Benar-benar sadari ngaceng, nafsu itu. Jadilah sang penyaksi nafsu ngaceng.
Jangan lari, nggak perlu “ini salah” atau “harus disalurkan”. Karena itu bikin konflik batin yg malah ngasih energi ke nafsu.
Sadari tanpa pelarian, nggak ditekan, nggak disalurin secara membabi buta, maka nafsu mengendur secara alami.
Jepang itu maju karena diperbolehkan punya utang 263% terhadap GDP-nya.
Ingat ngga dulu, saat Pasukan Mongol ingin menaklukan Jepang, Jepang mohon bantuan Ke Majapahit untuk berlayar bersama karena dengan berlayar bersama Mongolia Tiongkok akan menyangka jika Jepang di serang, Majapahit akan membantu.
Jadi sesungguhnya bangsa kita setara dengan Jepang, dan dengan bangsa manapun.
Bedanya Jepang boleh berhutang banyak, dan punya akses ke semua ilmu pengetahuan, namun sumber ilmu kita dibatasi.
Saat Bung Karno sekolahkan ribuan orang ke luar negeri, salah satunya ke Rusia, lalu Bung Karno digulingkan, anak-anak bangsa yang sekolah keluar negeri itu dipropagandakan membawa paham komunis kedalam negeri lalu dicabut kewarganegaraanya.
Pemuda-pemuda yang cerdas itu pada akhirnya menjadi warga lokal dan menikah di Rusia. Sehingga harapan ilmu yang dibawa ke tanah air, sirna.
Tak cukup sampai disitu, kita dimanjakan dengan hidup murah lewat utang IMF agar kita tidak menuntut macam-macam, hingga hutang itu meledak, dan membuat mata uang kita rontok sehingga akses pendidikan adalah barang mewah.
Kalau pendidikan itu adalah barang murah, saya yakin, bangsa kita telah setara dengan Jepang dan Tiongkok, asal kita tidak hanya mengurusi perut. Biarlah perut jadi urusan kita, negara bantu ngurusin pendidikan berkualitas yang dijangkau semua orang seperti Finlandia, saya yakin kita tidak akan bingung inflasi, kalau kita punya akses informasi yang sama, bukan informasi usang, kita akan maju, bukan jadi bangsa penunggu stimulus.
Hidup kita terlalu lama menderita, hingga kita kehilangan sebagian jati diri dan kepercayaan diri bahwa kita adalah setara dengan bangsa manapun.
Good night.
Kembalilah Damai Ibu Pertiwi
🎵🎵🎵🎶🎶🎶🎶
Kulihat Ibu Pertiwi, Sedang bersusah hati…
Air matanya berlinang…
Mas intanya terkenang…
Hutan Gunung Sawah Lautan….
Simpanan Kekayaan….
🎶🎶🎶🎵🎵🎵
Tolong lanjutkan…..
congratulations to the government. you’ve successfully radicalized your whole country in just under one week.
whatever the outcome of this mass protest wave is, tomorrow will never be the same.