Polri baru menggeledah rumah mewah di Sentul, Bogor. Disana ditemukan Brankas tersembunyi di dalam tembok berisi 74 kg emas batangan + jutaan USD & SGD. Total nilainya Rp 476 MILIAR. 🥹🥹🥹
Dan rumah itu diduga milik Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Rakyat sakit lagi. 🥲
Kasus ini ga main-main. Penggeledahan ini terkait tiga perkara besar:
1. Korupsi batu bara PLTU PLN yang diduga picu blackout di Sumatera & Jawa (kerugian negara sampai Rp5 triliun)
2. Kasus Asabri
3. Penyelesaian utang PT CBS ke PT KNI (Krakatau Steel)
Semua ini sedang disidik Polri karena diduga ada korupsi + TPPU yang melibatkan oknum penyelenggara negara.
Ironinya gila.
Febrie Adriansyah adalah jaksa tinggi yang biasa “menangani” kasus-kasus korupsi kelas kakap. Dia dulu juga ikut mengurusi kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda, BTS Kominfo, dll. Sekarang rumahnya sendiri digeledah Polri dan ditemukan harta sebanyak itu yang disembunyikan rapi di brankas dalam tembok. Ini namanya apa?
Rakyat kecil yang tiap hari kerja keras, bayar pajak, dan berharap negara bersih dari korupsi… sekarang harus lihat jaksa tinggi diduga punya “harta panas” ratusan miliar. Siapa yang harus kita percaya lagi?
Semua institusi penegak hukum seolah-olah cuma saling “main” di kasus-kasus besar, sementara rakyat yang jadi korban.
Orang yang seharusnya jadi “pahlawan” pemberantasan korupsi justru malah terlibat dalam skema yang sama. Kalau jaksa aja seperti ini, lalu apa bedanya dengan koruptor biasa?
🚨🗣 - Peter Schmeichel on Ruben Amorim:
"I think he needs to consider changing things a little bit. Change the system so you get players playing what they know, what they've been brought up to play.
"Go four at the back."