Fanatisme di bidang apapun, entah itu politik, musik, olahraga…
bikin orang gampang berperilaku agresif.
Fanatisme didasari ketakutan. Dan bahan bakar agresif itu rasa takut.
Perlu stres untuk berprogress. Perlu ketidaknyaman untuk bertumbuh.
Nyaman & bertumbuh, gak bisa kita mengalaminya bersamaan. Jadi, gak perlu terlalu memusuhi ketidaknyamanan.
Karena ketidaknyamanan itu tanda kita enggak mandek.
Konflik ortu-anak salah satunya karena:
Anak mikir ortu selalu ada. Padahal seiring waktu, anak gak nyadar, ortu bertambah usia & mendekati kematian.
Dan ortu memperlakukan anaknya masih anak2. Padahal seiring waktu, ortu gak nyadar, anaknya bertambah usia & gak lagi anak2.
Gimana biar enggak mudah ketrigger?
Enggak ada lagi dorongan yang begitu kuat untuk bereaksi berlebihan, untuk ketrigger seperti sebelum-sebelumnya,
kalau kita sadar bahwa enggak semua-semuanya itu tentang diri kita. Enggak selalu personal.
Kita ini bukan pusat segalanya.
Biar gak gampang insecure, pas buka medsos, ngliat pencapaian orang2, tiap mau buka medsos, ingat:
Di setiap post WAH, di baliknya ada WOOO.
Hal hebat, krn derita yg besar.
Bisa juga pencitraan, ditunjukkin cuma yg bagus.
Tiap kita menderita. Sebagian pintar menyembunyikannya.
Tanda kedewasaan secara mental:
Lebih banyak memaafkan, lebih sedikit menghakimi.
Menghargai perbedaan, tanpa perlu menyetujuinya.
Tidak memaksakan cinta.
Lebih memilih diam daripada berdebat tidak perlu.
Dan, menerima rasa sakit sebagai bagian dalam hidup.
Orang sering dengan mudahnya nyadar kalau kita berubah. Tapi selalu enggak nyadar apa yang telah dia lakukan sehingga kita berubah.
Manusia, sangat lihai melihat berbagai hal asalkan bukan dirinya.
Saya mencari film-nya (based on trus story) di Netflix, tapi tidak ada. Sejak mendapatkan ini di media sosial dua-tiga hari lalu, saya memikirkannya sampai sekarang.
Memikirkan perihnya ditinggal, dan sakitnya melihat orang dicintai akhir berpaling.
Pingin uang banyak. Saat udah dapat uang banyak, pingin uang lebih banyak lagi. Selalu gak puas, sampe korupsi.
Pingin punya pasangan. Saat udah dapat pasangan, pingin pasangan lain. Selalu gak puas, sampe selingkuh.
Hidup, apapun gak pernah memuaskan. Maka perlu merasa cukup.