Video ini menjelaskan kejanggalan2 yg terjadi dalam proses pengadaan motor listrik BGN untuk kepala SPPG. Pertanyaannya, kita bisa apa?
Cr. Fathianpujakesuma
Breaking News !!!
MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah.
here we go !!!
Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?
Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG
Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)
• 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung).
• 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%).
• Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama
ANOMALI FAKTA
🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:
RENTANG PENGHASILAN :
🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak
🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak
🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)
Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%).
Empat Temuan Kunci :
🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi,
🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,
🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi,
Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5)
Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:
🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa),
🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite,
🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,
🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua.
Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :
🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure.
🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)
🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite
🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah”
Kesimpulan dari Lembaga Porec.
🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”
🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan.
Sumber :
Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026
https://t.co/rJKkLVY3kq
Link : https://t.co/BlSiWpwFaG
cc :
@dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet@prabowo
Harga kaos kaki sampai Rp100 ribu per pasang. Total 6,9 miliar dana MBG dipakai buat beli kaos kaki. 🧦
Tak dapat dimungkiri, MBG menjadi program pemerintah yang menggunakan paling banyak dana anggaran. Pada 2025, 6,2 triliun dianggarkan hanya untuk program MBG.
Tetapi, uang sebanyak itu yang harusnya bisa digunakan untuk memperbaiki gizi anak Indonesia malah dibelanjakan hal-hal janggal.
Misal 1,2 triliun untuk motor listrik sketchy, dan 6,9 miliar untuk kaos kaki.
Reportase selengkapnya bisa kamu baca di https://t.co/KCkspDeJoi
#MBG #BGN #ProjectMultatuli #YaAkuBakalDibaca
pemerintah gak naikin harga BBM itu emang keliatannya sebagai penyelamat ya kak, tapi di sisi lain, hal ini tetap akan ngasih tekanan yang cukup besar ke keuangan negara kita lagi.
hukum supply and demand itu bekerja, kak. ketika pemerintah matok harga di bawah nilai pasar tanpa ngasih jaminan soal pasokannya. ya... tetap akan terjadi kelangkaan.
memang harganya gak naik secara angka, tapi barangnya tetap langka. dan nahan harga tanpa ketersediaan barang itu sama aja kebohongan publik.
ngapain harga murah, tapi stoknya gak ada?
dan kelangkaan ini bisa memicu pasar gelap atau pengecer ilegal yang harganya justru jauh lebih mahal daripada harga resmi.
ngejaga harga tetep rendah di tengah harga minyak dunia lagi meroket juga butuh biaya yang sangat besar kak. uang yang digunakan untuk "nambal' selisih harga tersebut pasti sering diambil dari pengalihan anggaran sektor lain atau ya pinjaman. dan ini bukan solusi ya kak, tapi ini cara numpuk utang negara yang bebannya akan ditanggung oleh generasi mendatang melalui pajak yang lebih mencekik.
selain itu, BBM itu bukan satu-satunya penentu harga. meskipun harga bensin ditahan untuk tidak naik, harga kebutuhan lainnya pasti tetep naik.
da kalau diperhatikan, pemerintah itu sering kali "main aman" dengan kebijakannya yang populis, alias yang penting rakyat gak marah sekarang. banyak kebijakan yang diambil sifatnya jangka pendek (salah satunya si BBM yang kamu sebutkan itu) alias cuma nyelamatin sementara waktu, sedangkan jangka panjang gak dipikirin.
padahal nahan harga BBM dengan cara nambah hutang itu kayak mindahin beban. alias bebannya digeser / dibebanin ke masa depan, dan yang bayar ya generasi generasi kita juga hahaha lewat pajak yang makin tinggi.
dan juga, pemerintah lupa kalau yang diselesaikan / dipikirin cuma faktor X (BBM), faktor ABC (faktor lainnya) ya perlu dipikirin atau dikasih solusi juga, ya sama aja bohong.
contoh, misal pemerintah fokus cari jalan keluar dengan energi alternatif atau transportasi publik dibikin bagus DAN MERATA dll, orang juga gak akan terlalu pusing kalau harga BBM naik, karena dari awal mereka sudah diberikan banyak / punya pilihan lain.
kita gak bisa liat dari satu sisi "eh pemerintah baik ya gak naikin BBM". kita harus liat bahwa ada harga yang dibayar, yaitu hutang yang makin membengkak, kelangkaan, dan gak kesiapan negara ini untuk jangka panjang.
karena memang masyarakat sering banget tergocek soal hal ini. ketika mereka diberikan keputusan yang terkesan "menyelamatkan" atau "membahagiakan", dan merasa cukup, dan kinerja pemerintah dirasa sudah bagus.
lebih baik pahit di awal tapi ada solusi permanen, dibandingkan manis di awah tapi kita "dijebak" utang dan kelangkaan di masa depan.
makanya banyak masyarakat yang mengkritik pemerintah soal keputusan jangka pnajang mereka yang jelek, dan hal itu gapapa. itu tandanya masyarakat sudah mulai kritis terhadap masa depan negara. dan hal itu wajar, karena pemerintah kita yang gaji pemerintah lewat pajak kita. kita butuh dikasih solusi jangka panjang dan permanen, bukan cuma jangka pendek aja. karena negara ini masih punya masa depan (selagi ada anak cucu cicit kita).
jadi pemerintah itu gak perlu dipuja puji, nanti besar kepala. karena dari awal memang udah seharusnya mereka kerja yang becus dan bener. kita gaji mereka cukup besar, ditambah mereka suka korupsi pula. jadi wajar kalau kita mau kinerja yang baik (itu aja udah bare minimum).
Faktanya, menurut Policy Research Center (PRC) 88,5% manfaat dari Program MBG dinilai mengalir ke elite dan pejabat politik (44,5%) serta mitra dan pengelola SPPG (44,0%).
Bukan kepada anak-anak yang menjadi penerima utama (hanya 6,5%) apalah lagi para guru yg 'hanya' kecipratan repotnya saja.
Obrolan yg saya curi dengar dari para mitra/pengelola SPPG di acaranya Badan Gizi Nasional di Bekasi kemarin juga topik fokusnya ke mereka. Mereka yg denial juga adalah bagian dari 88,5% 'penerima manfaat'.
Halo, kawan-kawan pengawas keuangan (AK) dan pengawas gizi (AG) espepege. Apakah kalian percaya dengan sudut pandang yang diutarakan chef kumink ini? 🙂
Curi dengar, nampaknya ia sudah mulai naik kelas, ya? Dari yang awalnya cuma juru masak di salah satu kubangan lumpur (SPPG), sekarang sudah jadi corong propaganda bege'en? Ckck
Jadi, banyak kawan-kawan pengawas keuangan (AK) dan pengawas gizi (AG) yang curhat kepada kami bahwa juknis terbaru dari bege'en kian memforsir tenaga mereka ke tahap / level yang tidak manusiawi. Atas hal tsb. nampaknya kami akan berdiri di barisan kawan-kawan AK dan AG.
Akan tetapi,
Kepada kawan-kawan AK dan AG, ayo bersuara terus ke bege'en perihal jadwal produksi dan distribusi yang secara waktu sama sekali ga berpihak ke kalian. Jatah istirahat kalian berpotensi direnggut kalian mau diem aja?
Ayo sama-sama sepakat bahwa kebijakan yang ditelurkan oleh bege'en pada 27 Maret 2026 silam yang disampaikan pada rapat via zoom tanpa melibatkan kalian sama sekali itu, adalah kebijakan yang payah dan berpotensi mengaburkan hak-hak kalian sebagai pekerja.
Titeni yaa, kalo kalian wegah bersuara dan kompak, awas aja kalo ternyata beban kerja dari bege'en itu bikin kalian gak profesional dan pada akhirnya malah mengorbankan para penerima manfaat karena menu-menu yang kalian hasilkan terlampau jelek dan lagi-lagi sama sekali gak bergizi.
Kalo kalian berhenti bersuara kami akan tetap menyalahkan kalian. Maaf maaf aja kami akan 100% berpihak pada para penerima manfaat. 🙂
Pokoknya kalian kudu bersuara terus #SampaiMenang✊🏻
Sekali kunjungan diperkirakan menghabiskan anggaran 20M
20 x 48 =960M
Hasilnya:
Indonesia ke Amerika kena 19%
Amerika ke Indonesia 0%
Gabung BoP
2 kapal tanker Indonesia tertahan di Hormuz.
3 TNI tewas diserang Israel.
Breaking: Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia.
___
Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
guyss, since spotify is already on the BDS boycott list, maybe this app (Lyra) could be a good alternative for listening to music‼️😆🎧
bisa impor playlist dari spotify dan youtubemusic. di sini juga ada liriknya walaupun gratisan, lagunya pun lengkap‼️🤤🤤🤟🏻🤟🏻