GANTENG BANGET LEE JENO 😭 BENERAN GANTENG YANG GANTENG BANGET, MUTLAK.😭
tapi di aku kayaknya gak cocok terlalu deket gini soalnya aku orangnya gampang pingsan😭🙏🏻
🚨Darurat HIV, Darurat Edukasi
Kalau mau aman dari HIV ya terapkan prinsip ABCDE:
- Abstinence (tidak seks bebas)
- Be Faithful (setia pada pasangan)
- Condom (gunakan kondom),
- Drug No (hindari narkoba suntik), dan
- Education (pahami informasi HIV)
BUKAN malah pilih anak kampung.
Sakit sih ini, jahat.
Cc: @KemenkesRI@KPAI_official
Anjuran Tidur:
Perempuan: 22.00-23.00
Laki-laki: 21.00-00.30
Silakan tidur di luar anjuran waktu tersebut jika ingin:
✅ Risiko Obesitas naik
✅ Tekanan darah susah turun (Hipertensi)
✅ Gula darah berantakan (Diabetes)
✅ Kolesterol jahat (Dyslipidemia) meningkat
Kenapa?
Sebuah studi terbaru (2023) mengungkap "Golden Hour" untuk tidur. Jurnal di Diabetes Research and Clinical Practice (2023) menganalisis data 18.000+ orang untuk mencari tahu "Jam berapa sih batas maksimal kita harus tidur supaya terhindar dari penyakit jantung, diabetes, dan obesitas?"
Hasilnya"
- Untuk PEREMPUAN, waktu tidur paling optimal adalah antara jam 22:00 – 23:00
Lewat dari jam 11 malam? Risiko terkena sindrom metabolik (darah tinggi, kolesterol, gula darah) melonjak signifikan.
Bagaimana dengan LAKI-LAKI? Rentangnya sedikit lebih longgar, yaitu antara jam 21:00 – 00:30.
Tapi, kalau kamu sudah berusia di atas 65 tahun, batasnya makin ketat: maksimal jam 11 malam sudah harus terlelap. 😴
My Husband Refused to Let Me Breastfeed Our Baby Because He Said It Would Make Him “Weak.” I just had our baby, and instead of focusing on healing and bonding, I was already fighting a battle I never expected. At the hospital, when the nurses said it was time to breastfeed, my husband immediately shut it down. He told them he didn’t want his son drinking breast milk because he wanted him to be “strong,” and asked if there was anything else the baby could drink instead. The nurses explained that breast milk has the best nutrients and that if I didn’t pump, my ducts could clog and become extremely painful. He shrugged it off like it didn’t matter.
That’s when they took him out of the room and pulled me aside. They asked if everything was okay at home and if they needed to call the police. Officers were walking the floor. I told them everything was fine because I was scared, exhausted, and just wanted to go home. They helped me pump, but he wasn’t allowed back in the room. When we got home, the baby slept, and I pumped like usual. I made so much milk almost half a gallon, hours of pumping, sore breasts, sore body, running on no sleep. The next morning, I went to feed my baby and realized all the milk was gone. I called my husband, and he casually told me he poured it out and was bringing formula instead.
I broke down. I cried so hard I didn’t even realize I pulled some of my hair out from stress. My baby was crying. My body hurt everywhere. When he came home, he threw the formula on the couch and said, “Feed my son.” When I opened it, I saw a milworm in one of the containers. He told me to just take it out and said, “It comes from the farm.” I stood there thinking, what did I marry? I used another container that looked fine, but it didn’t matter every time I pumped after that, he threw the milk away. A whole month of pain, effort, and healing for nothing. Eventually, our baby was fully on formula.
An African friend told me I should report what was happening, but I said I was fine. She taught me how to stop my milk supply with cabbage and greens in my bra and it worked. I still wasn’t healed. My body hadn’t recovered. But my husband wanted sex anyway, and I gave in. Then he told me my sex was terrible, admitted he’d been cheating with another woman in our garage while I could hear it, and she knew we had a baby and didn’t care. He was never like this before. Now I want to leave but I have nowhere to go. I need advice!
Jadi inget dulu pas gue lahir kamarnya sebrang2an sama cucunya tutut, kata nenek gue tu kamar di jaga ketat bgt banyak body guard depan kamarnya meanwhile kamar mak gue pas di sebrangnya nenek gue jd tkt wkwkwk
Biang kerok Krisis Ekonomi 1998 yang jarang dibahas adalah Tutut Soeharto.
Saat itu para pebinis, bank, investor sangat menunggu susunan Kabinet Pembangunan VII.
Kalau menteri yang dipilih jenius, mungkin Indonesia masih bisa diselamatkan.
Yang dipilih malah Tutut.
Tutut malah ditunjuk jadi *menteri* dan duduk di dalam kabinet. Ini terjadi di tengah-tengah krisis 1998.
Bukan hanya Tutut. Bob Hasan juga muncul.
Bob Hasan "si raja hutan", oligarki kroni Soeharto yang sudah lengket sejak mereka sibuk merampok hasil perkebunan gula di Jawa Tengah pada tahun 1950an ketika Soeharto masih jadi kolonel, malah ikut ditunjuk jadi menteri.
Posisinya tidak kaleng-kaleng. Bob Hasan ditunjuk menjadi *Menteri Industri dan Perdagangan*. Ini terjadi ketika seluruh industri di Indonesia sedang meledak hancur dan seluruh perdagangan di Indonesia sedang meledak hancur.
Ternyata, Soeharto yang sudah sakit-sakitan, tua, pikun, dan stroke menunjuk Tutut sebagai perwakilan utamanya untuk mengendalikan kabinet.
Soeharto yang sudah sangat uzur dan ringkih tak lagi bisa mengontrol dan mendisiplinkan anak buahnya secara langsung seperti dahulu. Ini sangat meresahkannya, mengingat semua anak buahnya sedang berontak melihat negara yang semakin kacau.
Karena alasan itulah, Soeharto menunjuk Tutut sebagai perwakilan utama de facto nya di kabinet. Hanya anak biologisnya sendiri yang benar-benar Soeharto percayai.
Secara praktis, Tutut sebagai anak sulung dan ketua anak-anak Cendana pun ditugaskan Soeharto untuk menjadi Ahli Negara, seperti Luhut di zaman Jokowi.
Padahal Ahli Negara diharapkan sangat kompeten, jenius, dan berkomitmen dalam menangani krisis ekonomi 1998 dan melakukan berbagai reformasi yang sangat diperlukan.
Ahli Negara jelas tidak boleh hanya fokus menyelamatkan pundi-pundi raksasa kekayaan bisnis pribadi keluarganya sementara seluruh negara roboh dan terbakar.
Efeknya drastis.
Pasar panik.
Kepercayaan semua aktor bisnis domestik dan internasional jatuh.
Ekonomi semakin roboh.
Krisis menggila.
Kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah yang sudah tak punya uang langsung memicu demo besar-besaran.
Demo meluas.
Kekacauan.
Konspirasi faksi elite.
Ketegangan.
Penembakan mahasiswa di Trisakti.
Ledakan kemarahan.
Kerusuhan.
Kota-kota besar diduduki massa ngamuk.
Penjarahan.
Pembakaran.
Pembantaian di jalanan.
Jakarta jatuh. Medan jatuh. Solo jatuh. Rakyat ternganga melihat pemerintah kehilangan kendali atas kota-kota besar ini di TV.
Ketua DPR/MPR, Harmoko, terang-terangan mengumumkan di depan parlemen bahwa Soeharto sebaiknya mundur saja.
DPR diduduki mahasiswa.
14 dari 34 menteri mundur massal.
ABRI di bawah Jenderal Wiranto menolak melakukan "Tiananmen" hanya untuk sekadar melindungi cengkram kekuasaan pribadi keluarga Cendana yang rampok dan sia-sia.
Opini Pangkostrad saat itu, yang menganjurkan penumpasan demonstran dengan pasukan militer untuk mengembalikan kewibawaan kekuasaan pribadi keluarga Cendana, kalah dan diabaikan.
Soeharto pun mundur pada 21 Mei 1998. Ia langsung digantikan Habibie hari itu juga pada jam 9 pagi.
4 jam kemudian, laporan-laporan mulai masuk ke Istana bahwa ada pasukan tentara yang bergerak tanpa perintah menuju lokasi Habibie untuk melakukan entah apa.
Kehebohan melanda Istana. Kudeta?
3 jam kemudian, yang muncul adalah Pangkostrad bersama sekelompok kecil pasukan yang membawa-bawa senjata. Ia datang menuntut Habibie untuk memecat Wiranto dari posisi Panglima ABRI, dan dengan demikian, meminta implisit dijadikan Panglima ABRI yang baru.
Alhamdulillah Habibie selamat dan tidak sampai ditembak, diculik, ditangkap, atau dibunuh pasukan tentara apapun. Padahal belum sehari beliau menjabat. Peristiwa ini di kemudian hari dicatatkan Habibie dalam memoarnya.
Besoknya, Pangkostrad saat itu langsung dipecat.
Tutut juga langsung dipecat dan diganti Prof. Justika Baharsjah, Guru Besar Pertanian IPB.
Bob Hasan juga langsung dipecat dan diganti Prof. Rahardi Ramelan, anak buah Habibie sejak masih di industri pesawat.
Ekonomi Indonesia berhasil dipulihkan, meski lewat teori ekonomi yang tidak lazim (ekonofisika).
Tutut dan adik-adiknya sendiri dimaafkan dan kini hidup santai bersama seluruh pundi-pundi kekayaan raksasa yang mereka tumpuk selama 2 dekade kekuasaan ayah mereka.
Kekayaan raksasa ini termasuk hasil rampokan dari ekspor impor pasokan bensin se-Indonesia via Petral dan monopoly cengkeh BPPC milik Tommy Soeharto.
---
Pada tahun 2009, Tommy Soeharto mencoba menggunakan pundi-pundi kekayaan raksasa itu untuk membeli Partai Golkar dan menjadi ketua umumnya.
Ia dikalahkan oleh Aburizal Bakrie yang memasang harga lebih besar yaitu Rp 1 triliun. Aburizal Bakrie akhirnya berhasil membeli Golkar, menjadi ketua umum, dan dari situ mencoba mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2014.
Lalu setelah minta pap, berlanjutlah dia minta pap lagi tapi kali ini dia lebih berani mintanya yang mengarah ke 18+ tapi gapernah aku kasih, dan GONG nya tiba tiba ngetik "PENGEN CUDDLE SAMA KAMU DEH"
(pap view once yg aku kirim ke dia semuanya foto biasa, gada yg vulgar/18+)
Ngurusin urusan artisnya nanti dulu. Mereka gak akan mati kelaparan/ keracunan, kehilangan rumah/keluarga. Tapi Gajah, Harimau satwa liar yg ada disana bisa. Dan mereka milik kita, warisan anak cucu kita. Pengerusakan lingkungan ini sudah sampai di titik nadir. Kalau bukan kita yg bersuara siapa lagi? #savetessonilo #stopdeforestasi
Sedih bgt liat data ini.
Keliatan jelas kalau di 🇮🇩 gak lagi jadi tujuan utama ekspansi perusahaan manufaktur skala global. Banyak big manufacturers sekarang pilih 🇻🇳 or 🇹🇭
Dan kalau manufaktur di suatu negara makin kecil, lapangan kerja lokal otomatis makin sedikit dan makin kompetitif.
Bukan cuma untuk kerja pabrik, tapi IMO, seluruh ekosistem talent-nya ikut ketarik efeknya.
Maybe gue bener2 harus makin sering sharing aja and just doing my part di hal yg gue mungkin lumayan ngerti, soal kerja remote, bikin cv dan cara interview.
Karena kalau peluang kerja di indo makin sempit, solusi paling realistis itu ngebuka akses buat orang indo kerja di company global via remote working. Di India, PH, malaysia bahkan vietnam remote workers nya banyak bgt asli.
SDA dan tanahnya dirampok demi PSN
Rakyatnya digebuk hingga dibunuh aparat
Ditolak sistem kesehatan negara
Gambaran real time kekerasan negara terhadap orang Papua terjadi dalam berbagai level
Memang betul kata Filep Karma;
"Seakan kitorang setengah binatang"