@txtdrkuliner yg nanya wartawan ga kompeten, ya iyalah.. dia ga berkompeten di bidang ini... kita kerja aja disuruh sesuai komtensi giliran jabatan penting ngawur 😩😩😩
Percaya atau tidak, hal ini sudah tidak ada di era Mulyono periode kedua.
Dan ini linear dengan turunnya kemampuan membaca kita.
Jadi pahlawan literasi sebenarnya ya mereka ini.
Dalam setiap pidatonya, prabowo kerap mengatakan,
"Siap mati demi rakyat"
"Membela kepentingan rakyat"
"Semua demi kebaikan rakyat", dsj.
Apakah semuanya ada yang terbukti? Belum. Ndak ada. Rakyat yang mana?
Sedangkan Tiyo, ia hanya mengenakan 1 kaus, dan hanya ia kenakan kurang dari 1 tahun, namun tulisan pada kaus rupanya terbukti dengan amat sangat akurat. Presisi.
@Hnirankara@rusdibarbersop Lol gue passing gradenya lebih gede dari angkatannya Muti dan gue tembus😋😋 Gue pinter dan ga punya bapakk tapi bisa aja tuh 😋😋 Gamau hapus twit sebelom malu?😋😋
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
Kalian tau ga sih, Pak SBY dulu pas jaman
krisis global mau naikin bensin
400 PERAK doank aja dia pidato loh Live di TV2..
beliau minta maaf ke rakyat dengan wajah yg sedih.
Minta maaf berkali2 harus ambil keputusan itu.
Dia juga banyak kekurangannya, tapi sumpah gw kangen dengan pemimpin kek gitu, yg bertanggung jawab, yg punya empati ke rakyat!
Bukan malah denial bilang rupiah lemah ga ngaruh! Rakyat cuma butuh makan, ga mimpi jadi kaya! 4jg 4jg
cc:threadris_kaanisya
@kangdede78 Jauh sebelum ada MBG, Posyandu meskipun tertatih tatih soal anggaran, secara berkala tetap jalan, harus nya BGN urus revitalisasi Posyandu menjadi titik penting pendidikan dan perbaikan gizi Nasional, bukan bisnis jual beli titik MBG seperti sekarang
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Raymond Chin melalui postingan Threads nya:
"i<3 Indonesia. orang salah pada ngira kritik pemerintah = benci negara. justru yang paling berbahaya bukan orang yang kritik negaranya, tapi orang yang cinta penguasanya lebih dari negaranya. izin, komisaris.
Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya 🤲😭
Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu :
Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'.
Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu.
Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat,
pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian!
Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!
Anak Bupati POSITIF ganja dari hasil tes urine, ketangkep di klub malam, tapi LOLOS PIDANA
— BNN : terpapar asap ganja ditoilet
kekuatan hukum anak pejabat seajaib itu yah, beda sama rakyat jelata
Ini buktinya kalau negara kita salah urus.
Pak Prabowo dilantik jadi Presiden pada Oktober 2024 dengan utang warisan sebesar Rp8.560 triliun.
Per Maret 2026 dalam 516 hari, atau 17 bulan utang itu membengkak jadi Rp9.920 triliun.
Artinya: Rp1.360 triliun tambahan utang dalam 17 bulan.
Bagi 516 hari?
Pemerintah menambah utang Rp2,6 triliun setiap harinya.
Setiap hari.
Termasuk hari libur.
Termasuk hari ini.
Tapi yang paling berbahaya bukan angkanya.
Yang paling berbahaya adalah: rakyat dipaksa membayar tanpa tahu uangnya lari ke mana.
Sebab rakyat tidak melihat hidupnya jadi lebih baik.
Apakah pendidikan makin murah?
Tidak.
Yang ada cuma MBG program makan bergizi yang fotonya viral karena isinya lebih cocok disebut sampah.
Apakah ada pembangunan besar dari utang itu?
Tidak.
Dana desa malah dipotong buat mendanai Operasi Merah Putih.
Apakah harga pangan turun?
Tanya aja mama di pasar.
Sembako makin mencekik.
Apakah rakyat lebih sejahtera?
Tidak sama sekali.
Apakah lapangan kerja makin luas?
Enggak juga.
Jembatan baru?
Tidak.
Gaji guru naik?
Tidak.
BPJS makin terjangkau?
Juga tidak.
Lalu uangnya ke mana?
Ketika tidak ada satu pun perbaikan nyata yang dirasakan rakyat, wajar kalau pertanyaan itu terus bergema.
Dan yang menyakitkan: utang negara tidak dibayar dari kantong pejabat.
Tapi dari pajak kita.
Pajak saya, pajak kamu, pajak kita semua.
Maka izinkan kami bertanya langsung, Pak Presiden:
Dengan tambahan utang Rp2,6 triliun per hari, apa yang berubah di hidup rakyat?
Siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya?
Dan kalau jawabannya bukan rakyat lalu untuk siapa semua ini?
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.