Orang bijak berkaca untuk melihat kekurangan dirinya dan bisa memperbaikinya di esok hari.
Tetapi orang sombong berkaca untuk melihat betapa 'lebih' dirinya dibanding orang lain.
Kesel banget liat orang yang kita sayang dimanfaatin orang lain.
Tapi orang itu ngga sadar lagi dimanfaatin kebaikannya.
Bahkan bukan cuma sekali tapi berkali-kali pula. Arrggghh
Seringkali mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu berekspektasi terhadap orang lain, tapi sesering itu juga lupanya dan berakhir kecewa.
Entah aku yang memang pelupa atau aku yang tidak pandai menilai.
Aku terlalu sibuk mengeluhkan hidupku dan merindukan peranmu yang hilang setelah beberapa tahun kepergianmu. Hingga terlupa bahwa kita masih terus terhubung lewat doa yang kukirimkan untukmu. Ku harap, doaku sampai padamu, Pak. I love you.
Pohon kesabaran itu manis buahnya karena pada dasarnya ditanam dari bibit yang unggul dan dirawat dengan sepenuh hati.
Selalu ingatkan dirimu.
Kamu dan sabarmu tepat waktu.
Menjadi tanggung jawab pribadi setiap orang atas komentar negatif yang sengaja ataupun tidak sengaja terlontarkan.
Tetapi menjadi keputusanku untuk memutus akses komentar negatif itu mempengaruhiku.
Aplikasi pesan itu untuk keperluan bertukar informasi/kabar, berkirim gambar untuk yang saling merindukan, bukan untuk ajang "curhat colongan" yang hanya merusak pemandangan bahkan adu sindiran.