di kajian yang gue datengin 2 minggu lalu ustadnya bilang kalo pemerkosaan bisa terjadi di lingkungan pesantren itu karena kiyai2nya terbiasa interaksi dgn santriwati yg lagi ga pake jilbab 🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂 grown ass man tidak mengerti konsep timpang kuasa dan power abuse
Makanya jangan heran tuh pengusaha yang gundulin hutan di Papua tiap habis sholat Jumat depan rumahnya suka bagi bagi rejeki entah uang atau antrian sembako
RIP dr. Icha 😭💔
Gantung diri karena depresi berat, diduga akibat intimidasi 2 anggota DPRD 🤬
dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), lahir 27 Juli 1998, berusia 27 tahun.
Beliau adalah dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 petang, ditemukan gantung diri di lantai 2 rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT.
Kejadian:
- Pada 13 Juni 2026, dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD. Keluarga pasien tidak puas dengan penjelasan medis mengenai ketersediaan serum anti bisa ular.
- Diduga terjadi intimidasi berupa bentakan keras, tunjuk2 wajah, & tekanan psikologis dari oknum anggota DPRD TTU. Saksi menyebut pelaku dalam kondisi mabuk (bau alkohol).
- Terduga pelaku intimidasi: Therensius Lazakar (Golkar) & Norbertus Tubani/Robertus Tubani (PKB).
(1)
lu kalau mau jadi nepo baby at least gak bego bego bgt lah.... use ur connection buat sekolah di sma bagus -> lanjut kuliah di LN/top 3 Indo...
all that money tapi gak lo manfaatin itu dgn baik... sayang sekali😔
sumpah kalian harus baca ini. punya @projectm_org gimana rezim prabowo dan seskab teddy membungkam media saat meliput bencana di Sumatra. semua dibungkam
Prabowo ni gak sadar2 kah jalan 2 tahun blio menjabat dia udh berkali kali di demo besar2an 😭😭😭😭😭😭 kayak orang yang gak pernah belajar dr kesalahan jir
Tau ga sih ini udah (hampir) kaya 98? Pergerakan kita diawasi, kekuasaan polri jadi lebih gede. Lambat laun bisa muncul efek takut skala besar, trus warga jadi gamau lagi kritik pemerintah atau aparat karena nanti bakal dibungkam/diculik.
If this law passes, we're fucked.
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
Saking korupsnya, sampe warga ga tau kalo plat nomor kendaraan bisa registrasi sekali saja. Saking korupnya, sampe warga menganggap wajar saja bayar 2x untuk 2 SIM yg berbeda atas nama pengemudi yg sama. Saking korupnya, sampe warga bisa sebodoh itu dan penentu regulasi diam saja
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.