afirmasi malam :
aku bersyukur atas hari ini. besok pasti lebih baik, aku lebih sehat, aku lebih bahagia, aku akan beruntung. rezekiku datang dari berbagai arah dengan mudah dan melimpah. semua yang terbaik sedang menuju ke arahku.
Ternyata kita tidak pernah benar-benar bisa tenang dari berita-berita buruk di televisi. Pidato-pidato buruk yang diulang berkali-kali. Ucapan-ucapan bodoh yang keluar dari orang-orang yang hidup dari peras upeti keringat kerja kerasmu selama ini. Setiap hari, ada saja kabar buruk yang lahir tanpa pernah benar-benar bisa berhenti.
please respect kalo ada orang yang tiba-tiba take a break dari dunia. yang tiba-tiba hilang dari sosial media, late reply atau ga mau diajak keluar. some people just need time to recharge and get back to their normal life.
life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
Baru aja lewat kalimat cantik katanya:
"Level ketenangan tertinggi itu datang saat kita nggak lagi haus untuk dimengerti, divalidasi, diapresiasi, diakui, dikagumi, atau dikasihani. We just start living mindfully and accepting life as it is. Because at that point, you finally find peace".
Suku Korowai di Papua baru “ditemukan” dunia sekitar tahun 1970-an.
Sebelum itu? Mereka hidup tanpa tahu ada peradaban lain di luar hutan mereka.
Rumah mereka dibangun di atas pohon, ketinggian sampai 50 meter, setara gedung 15 lantai.
Populasinya sekitar 4.000 orang. Bahasa mereka unik, nggak mirip suku Papua mana pun.
Di antara jutaan manusia yang scroll medsos sekarang, ada ribuan orang yang hidupnya masih seperti ini.
Dan mereka baik-baik saja.