Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Lucu banget emang negara kita. Statusnya doang raja sawit dunia, tapi pas ada ilmuwan jenius asli ITB mau neliti kode genetik sawit malah dicuekin. Ujung-ujungnya riset dia dibayarin Malaysia sama Amerika, dan sekarang hak patennya malah dipegang tetangga sebelah.
Nama ilmuwannya Dr. Muhammad Arief Budiman. Dulu pemerintah kita gak punya visi sama sekali buat ngedanain riset DNA sawit. Karena keahliannya gak difasilitasi di negeri sendiri, si pak dokter akhirnya merantau ke Amerika buat lanjutin riset raksasa ini.
Pas tahun 2013, dia beneran sukses memetakan seluruh kode genetik kelapa sawit yang berharga mahal banget itu. Tapi ya gitu, karena modal risetnya dari kantong pemerintah Malaysia dan perusahaan Amerika, keuntungan mutlak dari penemuan maha karya ini ya gak lari ke Indonesia.
Bener-bener definisi punya aset emas tapi yang pinter malah numpang digaji di rumah tetangga karena di rumah sendiri cuma disuruh sabar dan ikhlas. Giliran udah sukses di luar negeri, baru deh nanti akun jurnalis pada sibuk bikin judul "Bangga! Anak Bangsa Mengharumkan Nama Dunia". Pret lah wkwk.
Best part menurut saya di film dokumenter Pesta Babi.
" Ternyata merah putih tidak melindungi kami" 💔
Part yang bener2 bikin hati hancur & sedih mendengar kata2 bapa ini 🥹
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍
@tanyarlfes nder transum tuh HAK kita 😭😭😭😭😭😭😭 pls biasakan MOROTIN PEMERINTAH 😭😭 naik motor macet 😭😭 kena pajak 😭😭 pp jauh beda kota 😭😭 BBM MAHAL 😭😭😭 POLUSI 😭😭😭 PEMANASAN GLOBAL 😭😭😭😭😭
Sci-Hub nyolong 85 juta+ jurnal ilmiah dan bagiin gratis ke semua orang. Sekarang malah tambah AI (Sci-Bot) buat jawab pertanyaan sains pake artikel full-text.
Jangan dipake ya. Kasihan dong penerbit akademiknya, masa jadi hak bisa foya-foya lagi.
Linknya ada di bawah, supaya kita waspada dan kita hindari!
Para guru honorer mengaku kecewa dan merasa kurang dihargai atas dedikasi mereka. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil, mengingat peran penting guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
hi tmeen2!! ☺️ aq bkin aplikasi grammar corrector yang 1000% gratis, unlimited & suprot 180+ bahasa di dunia 😭
cocok bnget bwt tmen2 #zonauang yg punya cust luar atau siapapun yg suka raguu klau mau nulis ssuatu dalam bahasa asingg,, 🤗🫰🏻
project lama yg hidup kembali ,,😭🫰🏻🫰🏻
Pantesan pas liat ada hampers piring-piring, motifnya cantik mana banyak lagi isinya tapi harganya beneran murcee.
Sekarang dibanding beli yang aesthetic cakep murce mending pilih piring yang beneran aman udah ada label food grade-nya
Soal copyright:
Di dunia akademis, ada perusahaan mafia raksasa bernama Elsevier.
Grup pemilik Elsevier merampok £3.3 miliar per tahun.
Mafia Jurnal Elsevier menguasai distribusi jurnal akademis di planet.
Padahal, mereka tidak berkontribusi terhadap pengecekan kualitas jurnal.
Dosen dan peneliti yang mengecek keabsahan jurnal yang dipublikasi tidak menerima royalti apapun dari Elsevier.
Untuk mempublikasikan paper ke jurnal milik Elsevier, harus bayar.
Untuk mendownload paper dari jurnal milik Elsevier, juga harus bayar.
Elsevier sendiri hanya gabut saja. Mereka tidak melakukan apapun kecuali merampok dan memalak.
Akibat biaya random dan mencekik yang dipalak oleh Elsevier, hingga ratusan dollar per access paper, universitas-universitas di negara miskin menjerit.
Perkembangan riset di negara-negara miskin itu pun terhambat bahkan mati.
Bukan hanya negara-negara miskin, universitas di negara-negara kaya juga menjerit dan sempat mengadakan boikot.
Budaya publikasi preprint ke Arxiv salah satunya berasal dari sini. Jika paper dipublikasi gratis sebelum dipublish, kita tinggal download preprintnya saja.
Sekelompok peneliti di Kazakhstan pun membuat alternatif bernama Sci-Hub yang dengan berani membajak sebanyak-banyaknya paper dari Elsevier dan menguploadnya secara gratis
Mutusin buat ngojol setelah 2 bulan resign dan tiap nglamar lagi semua mentok di tahap interview.
Duit sisa 130rb, dapet order makanan seharga 117rb nekat gw ambil posisi Surabaya ujan deres bgt dan banjir dimana-mana. Makanan diterima, ternyata dikasih bukti tf palsu. --
dulu aku dapet dosbing guru besar paling killer se fakultas. dosen lain aja segan sama beliau. dari awal aku udah ditargetin harus tembus scopus, minimal sinta 2.. lucunya dari semua proposal judul, cuma aku yg dipilih dan aku jadi satu satunya mahasiswa bimbingan beliau 😭😭 temen2 ku seneng berhasil ga dapat beliau as dosbing
bimbingan cuma lewat telepon karena beliau super sibuk dan hampir tiap call aku selalu dapat omelan tajam 😭 bahkan beliau bisa nelpon mendadak jam berapa pun. tiap habis telfon rasanya mental dihajar, tapi aku selalu sugesti diri “ini belum ada apa apanya dari sidang, senior2 sebelumnya aja bisa masa gue gabisa” trs even denger kalimat nyakitin hati tetep aku telen aja
PALING GONGNYA pas h-2 daftar sidang, penelitianku tbtb disuruh revisi substansi. bukan revisi minor. tapi revisi yang bikin aku harus bongkar ulang dan cari referensi jurnal baru dalam waktu super mepet..
aku stress akut sampai kayak skizo krn gabisaa tidur sebentar, jadi tiap mau merem langsung muncul bayangan duri duri nusuk di kepala dan tubuhku kayak remuk saking capeknya kebangetan
alhasil pas h-1 daftar sidang, mukaku tbtb bengkak sebelah dan penglihatan agak terganggu. di situ aku benar-benar nyerah. ini titik terberat ku. aku nangis banget dan sampai sujud di depan mama, minta maaf gabisa lulus cepet karena mungkin harus nambah semester…
tapi mama bilang sambil nepuk nepuk bahu ku “diusahakan dulu yuk tinggal selangkah lagi. kalau nyerah sekarang, kamu harus ulang dari awal. kamu kuat kok selama ini bisa apapun dengan usaha sendiri. mama yakin kamu bisa lewatin ini”
dan entah kenapa, denger mama ngomong itu kayak nyalain ulang otak aku
aku langsung buka laptop lagi. 12an jam nonstop olah data lagi dan semua aku selesaikan sat set set.. pdhl sebelumnya mandek tbtb jadi ringan ngetiknya
hasilnya? langsung di acc dosbing tanpa drama anymore. KEMUDIAN pas sidang malah lancar banget karena dosen paling killer justru jadi tamengku 😭💖
yeaa akhirnya aku lulus dengan magna cumlaude 😭🙏🏻 dan juga malah jadi cees sama dosbing (makasih prof 🫶🏻)
dulu perjuangan ini rasanya berat sampe mau nyerah, tapi pas udah melalui semua itu ya sekarang kyk “eh gue dulu bisa melalui semua itu kok”
jadi yah jangan pernah ragu sama usaha sendiri 💖🫶🏻😬
Aku pernah kaget sama pikiranku sendiri. Degg, rasanya kayak Allah lagi negur pelan lewat satu rasa kaget di hati.
Soalnya beberapa tahun lalu, aku pernah ngerasa kalau bepergian saat haid itu menenangkan. Lebih ringan. Engga perlu cari tempat sholat, engga perlu atur waktu, engga perlu khawatir soal bersuci. Semua terasa lebih leluasa, “tanpa beban.”
Sampai akhirnya, dalam hati muncul pertanyaan yang bikin aku kaget. Kenapa aku merasa lebih bebas ketika engga sholat?
Kenapa ada rasa “lega” justru saat kewajiban itu lagi gugur?
Haid memang rukhsah, keringanan dari Allah. Tapi aku jadi takut kalau tanpa sadar aku memaknai sholat sebagai beban yang sedang dilepas sementara.
Sejak momen itu, aku belajar lebih hati-hati sama isi hati sendiri. Kalau pun ada rasa ringan karena kondisi itu, aku berusaha engga menjadikannya kesenangan.
Karena ternyata, hal yang terasa ribet itu, justru panggilan cinta yang Allah beri lima kali sehari supaya aku tetap dalam penjagaan-Nya 🥺
Ini cuma refleksi pribadi. Pengingat buat diri sendiri, supaya aku engga pelan-pelan menganggap sholat sebagai beban.