gaakan berhenti bersyukur atas pertemanan yang aku temukan di perkuliahan... pertemanan yang low maintenance tapi sangat affectionate at the same time, pertemanan yang ga "menagih" apa apa dari aku, yang selalu nerima satu sama lain apa adanya :(
tapi kayaknya itu dia cuma mention doang gak sih, bukan mau mocking atau ngebahas itu in a bad way? nabi musa juga bukan cuma ada di islam, beliau nabi di agama abrahamik (kristen, yahudi, islam).
They really skipped "maafkanlah dosa para pemimpin kami" and went for "jadikanlah pemimpin kami pemimpin yang jujur, adil, dll..." on the prayers today πππππ
Dalam desain, ada yang namanya color psychology atau psikologi warna: ilmu yang mempelajari bagaimana warna memengaruhi emosi, persepsi, perilaku, bahkan keputusan pengguna dalam hitungan detik.
Tapi, tahukah kamu bahwa warna pink untuk perempuan dan warna biru untuk laki-laki hanyalah akal-akalan marketing?
Dulu, ceritanya terbalik. Pada awal abad ke-20 (sekitar tahun 1918), aturan tak tertulisnya adalah: Pink untuk laki-laki dan Biru untuk perempuan.
Kenapa? Karena Pink dianggap sebagai turunan warna Merah yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan ketegasan. Sementara Biru yang lembut dan tenang dianggap lebih cocok untuk perempuan agar terlihat anggun.
Titik Balik: Tahun 1940-an & 1950-an
Pergeseran besar terjadi setelah Perang Dunia II. Para produsen pakaian dan toko retail di Amerika mulai menyadari satu hal: "Gender-coding" adalah tambang emas.
Mereka mulai mengampanyekan bahwa warna berbeda untuk anak perempuan yaitu pink, sedangkan anak laki-laki berwarna biru.
Tujuannya tentu saja agar meningkatkan penjualan.
Dengan memisahkan warna berdasarkan gender secara tegas, produsen berhasil menghapus tradisi baju lungsuran.
Jika sebuah keluarga memiliki anak laki-laki lalu kemudian lahir anak perempuan, orang tua tidak bisa lagi memakaikan baju kakaknya yang berwarna biru.
Mereka "dipaksa" secara sosial untuk belanja ulang seluruh perlengkapan bayi mulai dari baju, selimut, hingga dekorasi kamar dengan warna pink yang dianggap "seharusnya".
Strategi ini terbukti sangat efektif menciptakan ketergantungan konsumen pada identitas warna, yang pada akhirnya melipatgandakan keuntungan industri ritel hingga saat ini.
Kesimpulannya, warna tidak berasosiasi dengan jenis kelamin.
Puraβ jadi newbie dimanapun kamu berada, pake konsep 80 20.
80% mendengarkan (tanya)
20% bicara
Dengan cara ini bisa bikin knowledge growth mu makin cepat.
Seringkali orang membuka kartunya ketika mereka sudah trust dan interest ke kita.
Be humble.
Applicable utk semua obrolan.
Kunci utk menjadi teman ngobrol yg fun adalah tau kapan harus bicara & kapan harus mendengar. Paham bahwa kedua fase tsb perlu dijalankan scr gantian.
Jgn cuma nyerocos sendiri.
Jgn cuma mendengar thok juga.
Be actively involved in a conversation.
βyou think the world is full of women dying to ride on your white horse, but those cinderella stories aren't popular anymore. in the real world, the world is filled with women who work hard and succeed on their own. so take your glass shoes, and feed them to dogs.β -choi aera
sebenernya yang lucu itu dari satu komentar pendek kita udah dapet beberapa asumsi besar, yaitu:
1. semua ibu hamil pasti punya suami
2. suaminya pasti nggak memprioritaskan dia
3. kita semua tau persis gimana cara anak itu dibuat
4. ngga tau gimana, seluruh proses ini sekarang jadi masalah penumpang kereta
kita semua bahkan ngga tau orangnya siapa, tapi tiba-tiba udah ada plot lengkap: kehidupan rumah tangga si ibu, dinamika suami istri, sampai proses reproduksinya.
"semua orang capek pulang kerja" betul. semua orang capek. itu bukan fakta unik atau #WowFakta jirs. justru mungkin itu syarat ngga tertulis buat naik kereta pas jam pulang kerja. kalo elu masih segar & bahagia mungkin salah gerbong.
orang yang berdiri capek.
orang yang duduk capek.
masinisnya pun mungkin juga capek.
jadi argumen semua orang capek itu ngga menyelesaikan apa-apa, karena ya memang kondisi dasar manusia di gerbong kereta pas jam pulang kerja itu begitu semua.
yang agak bingung itu kalau dari fakta sesederhana itu tiba-tiba orang bisa narik kesimpulan kalo ibu hamil nggak pantes minta diprioritasin.
kayak... BENTAR-BENTAR.
emangnya ibu hamil itu minta diperlakukan kayak gimana anjir pas masuk kereta? apa dia naik ke salah satu gerbong terus dia teriak "SEMUANYA TOLONG KOSONGIN SATU BARIS KURSI YAA. saya mau rebahan sambil dielus-elus dan dipijet kakinya."
kan engga anjir... dia cuma minta SATU kursi. KURSI lho guys. ngga ada dia minta digelarin karpet merah, atau upacara penyambutan. DIA MINTA KURSIIII ANJIRRR YG EMG DISEDIAKAN SECARA OFFICIAL SAMA PIHAK KERETA.
ini kursi sederhana banget lho. warnanya biasanya beda dari yang lain, terus ada gambar orang tua, orang pake tongkat, ibu hamil, sama orang bawa bayi. sudah sangat JELAS itu kursi buat siapa. mau lu naik kereta di paris, di inggris, di jerman, itu logo kursi prioritas ya sama aja semua.
terus ya kalo dipikir-pikir, padahal ngasih ibu hamil kursi itu solusi paling efisien dari perdebatan ini. coba bayangin kalo ngga dikasih kursi terus DIA PINGSAN.
nah loh.
tadi masalahnya cuma satu kursi, sekarang jadi butuh minimal TIGA kursi buat rebahin dia. belum lagi orang-orang yang pada capek semua ini jadi pada panik.
padahal semua drama ini bisa dihindari sejak awal dengan satu tindakan sederhana yaitu BERDIRI SEBENTAR. sejauh-jauhnya kereta, nggak mungkin kan elu disuruh berdiri dari jakarta sampe surabaya.
lagian ya, ibu hamil di kereta pas jam pulang kerja itu raritynya udah kayak pokemon shiny anjir. JARAAANG BANGET.
tapi ngga tau kenapa di internet dibalutnya udah kayak invasi nasional. seolah-olah setiap hari masyarakat itu harus menghadapi gelombang besar ibu-ibu hamil yang dateng buat ngerebut kursi.
padahal aslinya mah yaudah anjir, orang pada pulang kerja, ada yang berdiri, ada yang duduk, kereta berhenti di salah satu stasiun, terus ada yang turun. terus sesekali, SESEKALI BGT, ada satu orang yang kebetulan lagi hamil terus butuh kursi.
UDAH. GITU DOANG.....
right, kapan orang orang sadar tulisan AI tuh gak ada 'nyawa'-nya, and you can clearly see the pattern. at the very least you can do kalo emang mau pakai AI ya dibaca dan di-retouch lagi.
Nggak, Kak.
AI yang niru manusia, bukan manusia yang kayak AI. Saya memang pintar nulis, sementara AI pintar nyuri. Kita beda.
Lain waktu banyak-banyakin baca, Kak. Supaya tahu, mana tulisan yang berjiwa dan mana tulisan yang hasil curi karya.
honestly, iβm a big fan of words of affirmation..
kaya pas seseorang send me sweet text or says something nice about me, i feel so loved and important π₯Ήπ€ dan ya, aku baca ulang terus like EVERY SINGLE DAY