Dari sekian banyak hari dan banyak tempat yg dimana gue lagi dressup dan oke. Kenapaaa ketemu anomali yg namanya mantan di tempat treatment, mana lg breakout lagi. Fakkk
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
macet tuh harga paling murah yang bisa lu bayar buat manfaat jangka panjang, sehari macet itu coba lu bandingin dengan hampir 2 tahun pemerintah lu mengacak-acak negara ini duhhh
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.