Ga ada yg pasti di dunia ini nder. Apalagi pernikahan. Kalo kamu cewe, hiduplah seperti esok ga bakal jatuh cinta & ga bakal menikah.
Work hard for yourself and fall in love with yourself
Kerja keras, pendidikan, skill, finansial ga akan mengkhianati diri lu. But man will...
Hasil outopsi alm. Dek Aqib:
Tulang belakang patah
Lambung ulu hati pecah.
Berdasarkan cerita alm sebenarnya dihari perundungan ada mimisan tapi sudah dilap sama gurunya dan gurunya bilang untuk bilang ke orang tuanya kalo alm jatuh.
Pelaku 3 anak tp 1 anak sudah dibawa kabur orang tuanya ke surabaya Tolong semua bantu kawal kasus ini.... Mengingat orangtua pelaku orang punya duit dan anaknya oknum yg berwenang
nggak guys, sering ketolak bukan berarti kalian ga cukup bagus. tapi job market nya aja yg emg lagi BUSUK. udh apply ke mana mana, ga pilih pilih, tp alasan penolakannya makin ga masuk akal, ditambah requirement makin ga ngotak.
gmn jobseeker ga cape kalo siklusnya begini terus?
Tips ala-ala dari aku
1. Punya sense of urgency (pikirkan efek berantai klo suka menunda)
2. Punya deadline sendiri
3. Buat sistem (tujuan + deadline + plan + konsisten) => pakai tools kayak google sheet atau notion
Jangan pernah nunggu ngerasa siap karena siap itu keputusan, bukan perasaan.
Katanya, kalau impiannya tinggi, sholatnya jangan nanti-nanti. Kalau impiannya lebih dari satu, sholatnya jangan di akhir waktu. Dan, kalau impiannya mahal sholatnya jangan ditinggal.
Kejar impianmu, tapi jangan pernah jauh dari Dia yang kamu titipi harapan.
It's just a job guys, kalau misal ada kesalahan, benerin. Kalau ada ke hectic an jalanin, kalau burnout, cari hal yg bsa meregulasi itu, kerjalah dengn sempurna tapi kalau udah diluar kantor, jadi lah org lain jd lah dirimu yg biasanya, jgn buat kerja bikin kalian khilangan spark
Teman-teman yang saat ini bingung dan merasa kehilangan arah, ikuti mantra saya: aku akan mempelajari dan menggunakan apa pun yang kusuka dan menurutku berguna. PERSETAN dunia bilang apa.
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN — Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Total 113.336 orang kena ISPA akibat Karhutla di Kalimantan. 26.545 adalah anak kecil usia 0-5 tahun. (data kemenkes per 9 september 2026).
Asap akibat Karhutla di Kalimantan itu parah banget sampai masuk ke dalam rumah.
Ini bukan lagi sehari dua hari, sudah makan bulan ini terjadi. Kasihan anak-anak yang setiap hari harus menghirup udara yang sangat-sangat berbahaya.
#PrayForKalimantan
Akhir-akhir ini baru sadar kalau gue ternyata termasuk lazy ambitious.
Mimpinya banyak, targetnya juga banyak. tapi kelas, loker, webinar, sama info-info pengembangan diri kebanyakan cuma numpuk di bookmark. Pas kesempatan lewat, baru nyesel karena nggak mulai dari awal.
Ada yang pernah di fase isi? kalian keluarnya gimana?
Menurut saya ga cuman rajin, bigger than that, ada work ethic, mental model dll
Yang saya ajarkan ke anak-anak:
Tidak punya passion di akademis gapapa. Tapi nilai akademis ga boleh jelek.
Karena di balik nilai, ada work ethic, disiplin, kemampuan memahami sesuatu, ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Intinya melatih habit dan membangun karakter melalui akademis.
Ini berlaku mulai SMP sampai kuliah ya.
Kalo masih TK dan SD sih banyakin (belajar sambil) maen hehehe
KALIMANTAN BELUM PULIH!! KEBAKARAN KEMBALI TERJADI DI KM 45 JALUR SAMPIT-PANGKALAN BUN, KALIMANTAN TENGAH.
DENGAN KONDISI SEPERTI ITU KESELAMATAN MEREKA SANGAT AMAT TERANCAM, JADI JANGAN BERHENTI BICARA TENTANG KARHUTLA.
#PRAYFORLAMPUNG#PRAYFORSULAWESI#PRAYFORKALIMANTAN
#PRAYFORSUMATERA
#PRAYFORACEH
#PRAYFORNTT
#PRAYFORNTB
#PRAYFORPAPUA
#PRAYFORINDONESIA
#AllEyesOnIndonesia