@PinkyGeesh Kalo kejayaan emyu masi sama seperti fergie mungkin bisa aja, liat era fergie, beli pemain gabegitu effort kayak skrg, andreson gas, vidic gas, ferdinand gas dan pemaen laennya
Pada zaman Maguire, musim pertamanya impresif bgt, musim kedua nya lawak, tapi pada saat itu Bek Emyu mau maguire atau siapapun ya ttp lawak, maguire main gamain tettep kalah pada saat itu, beda sama onana yang skrg uda ada penggantinya senne terus emyu naik peringkat
Unpopular Opinion Andre Onana
Jangan marah dulu, mari dibaca tuntas ๐
Ngerti banget kenapa banyak fans MU yang kesel sama Onana, performanya naik-turun, blundernya yang ugal-ugalan, dan memang sering bikin kita naik darah tinggi.
Tapi gue mikir gini
Banyak banget Fans United yang dulu super kejam sama Harry Maguire. tiap minggu dihujat, disuruh angkat kaki, dijadiin meme, bahkan olok-olokan di parlemen, diancam dibunuh, dan sebagainya.
Tapi lihat sekarang, Maguire bisa bangkit dan buktiin lagi bahwa dia masih bisa main di level atas, bahkan terkadang kita merindukannya.
Lalu kenapa buat Onana pintunya kayak tertutup rapat banget, atau karena arogansi dia ke Maguire dulu, dan melihat performa Lammens ?
Doi datang ke United waktu masih agak mentah dengan pengalaman di EPL, langsung jadi starter nomor satu, langsung jadi harapan utama ganti De Gea, dan menjadi penjaga gawang di club yang paling disorot di dunia.
Apakah tekanannya terlalu besar?
Padahal sebelumnya dia udah bawa Inter Milan ke final Champions League dan menang beberapa trofi, dia bawak Inter ke Final Champions melawan team terbaik yang dimiliki City sepanjang sejarah.
Mungkin dia belum terlalu dewasa waktu pertama kali datang, dan juga mungkin terlalu arogan, Old Trafford emang tempat yang berat buat adaptasi, ga semua pemain bisa adaptasi cepat.
Terkadang ada pemain yang butuh kesempatan kedua atau ketiga buat bener-bener matang. Gue bukan buzzer Onana btw, kalau bisa milih gw juga ngga terlalu setuju untuk mempertahankan Onana kembali, tapi sepertinya dia boleh punya kesempatan selanjutnya dan berjuang keras dengan Lammens , sama seperti yang dilakukan ke Maguire
๐ค
Makanya perbaiki sepakbola indo nya, biar kualitas setara Jepang dll, jangan minta jatah org dalam kebiasaan ๐, diluar negeri mau titip2 ya rugi lah itu tim
Grup Djarum sering dipertanyakan soal komitmen mereka terhadap sepak bola Indonesia. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah kenapa Como nggak pernah mengorbitkan pemain Indonesia.
Jawabannya simpel: mereka terhalang regulasi.
Serie A punya aturan ketat soal pemain non-EU. Setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain non-EU per musim, di semua kelompok umur. Mirwan Suwarso sendiri ngasih gambaran yang cukup jelas soal dilema ini:
โLetโs say Como ambil anak Indonesia umur 16 tahun, maka jatah yang tersisa untuk slot non-EU di tim utama tinggal 1, yang biasanya diisi pemain Brasil, Argentina, Uruguay atau Afrika yang secara pengalaman sudah terbukti.โ
Artinya, kalau Como pakai satu slot buat pemain muda Indonesia, mereka harus rela mengorbankan satu slot untuk pemain berpengalaman yang bisa langsung berkontribusi di Serie A. Buat klub yang lagi berjuang membangun reputasi di level tertinggi Italia, itu bukan trade-off yang mudah.
Yang menarik, Mirwan juga meluruskan satu hal. Meski slot pemain non-EU jadi penghalang, bukan berarti Como menutup pintu buat orang Indonesia sama sekali. Justru sebaliknya, Grup Djarum melalui Mirwan Suwarso memilih jalur lain: mengorbitkan pelatih muda, analis, dan staf profesional Indonesia ke dalam struktur klub.
โKita lebih memilih untuk memberikan banyak kesempatan pada pelatih dan analis. Ada salah satu analis kita orang Indonesia, anak Bandung. Kurniawan juga pernah jadi asisten pelatih di sini. Dari tim media sosial dan tim produksi juga banyak dari Indonesia, kurang lebih ada 11 orang anak Indonesia yang saat ini berada dalam tubuh tim.โ
Jadi bukan nggak ada kontribusi untuk Indonesia. Jalurnya beda aja, bukan lewat lapangan, tapi lewat ruang analisis, ruang pelatihan, dan balik layar.
Jadi sebelum nuduh Group Djarum nggak cinta Indonesia, mungkin worth it buat pahami dulu sistemnya. Nggak semua hal bisa diselesaikan dengan niat baik kalau regulasinya nggak mendukung.
Betul windut, gini deh PT ANABATIC TBK, METRODATA TBK, erajaya dll perusahaan bidang teknologi dan ritel teknologi itu beli darimana? Indo? Atau perusahaan luar seperti US, China dll? Kasian kalo mereka menanggung beban unrealized forex karena membeli ๐