Saya lihat respon dan quote-quote dari post ini, banyak yang marah atau ngejelekin suami...
That is exactly the reason why men choose to be "stupid" at home
With all due respect dan tanpa mengurangi respect ke para wanita/istri, pria udah kerja mati-matian di luar sana buat menafkahi keluarga
- Yang kerja jadi sales, dianjing-anjingin sama calon customer
- Yang kerja jadi tim IT, disuruh mengakomodasi kegaptekan orang 1 kantor
- Yang kerja di finance, ngelayanin klien yang duitnya agak banyak, tapi kelakuan udah kayak sekaya Warren Buffet
- Yang businessman berperang mulai dari sisi legal, revenue, customer, segala macem
- Yang blue collar banyak yang kerja ke lingkungan yang antara menjijikkan, berat banget kerjanya, bahkan membahayakan nyawa
(bukan berarti perempuan gak begitu, saya ngomong mayoritas ya)
Belum lagi capek commuting, drama di jalan, segala macem
Pengennya ya
Pengennya laki-laki tu pas sampai rumah ya jadi rumah. Jadi "TENANG" dan tempat kembali. Gak pengen mikir
Pengennya rumah jadi tempat damai. Energinya udah habis buat battle di luar sana
Kondisi lain adalah: Ya udah nurut aja daripada ribet. Sok biarin istri sama anak yang nentuin. Bapak yang tinggal bayar. Tanpa harus mikir banget. Karena kalau si bapak ikut mikir dan ngambil keputusan:
- Nanti kalau gak sesuai, cekcok lagi (tau kan selera bapak-bapak suka aneh)
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, โAh, cuma moody sebulan sekali.โ
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, โLagi datang bulan ya?โ dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
LASTT. duit bisa habis, but a good character lasts. if you value love based on what the other person can physically give to you, jangan kaget kalau frustrasimu dan sedihmu besok hanya akan dibungkam pakai transferan uang, as if your feelings can be boughtโoh wait, bisa ya? ๏ฟฝ๏ฟฝโโ๏ธ
sesungguhnya sebel dgn tempat makan rame yg mesti rebutan tempat duduk (gaada sistem antrinya).
Gaenak bgt jadinya antar pembeli bisa tau2 ribut atau jd saling ga suka perkara rebutan ini๐ฉ
temen temen, kalau punya waktu luang tolong tonton documentary 'Pesta Babi' ya. tonton sebelum di takedown dimana mana. at least dari kita nonton, we know what's happening to saudara kita yang di Papua.
Dr gia said:
"Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".