@rintikkalbu Sama sekali tak merasa terganggu dengan kepala sang kekasih yang sekarang berbaring di atas pahanya.
Setelah berhasil masuk ke dalam game, Alvaro segera menggerakkan karakter heronya ke arah monster hutan kembar berwarna ungu, "Jungle juga bisa menggendong, bukan?"
Membawakan sekotak bento untuk @rintikkalbu; seperti yang telah dijanjikan kemarin, namun dia merasa bersalah karena ada yang kurang dari masakannya ini.
"Maaf kalau telur dadarnya tidak bisa meleleh seperti yang ada di internet, Gavin."
@rintikkalbu "Oh.."
Bukanlah sesuatu yang berarti; karena lebih dari apapun, Gavin adalah sosok yang selalu dapat membuatnya berekspresif seperti sekarang ini. Hingga sebuah sapu tangan segera tersodor ke arah sang kekasih.
"Ada noda di dekat bibirmu, Gavin."
@rintikkalbu "..PDA?"
Jelas tidak paham dengan istilah yang sering digunakan oleh anak gaulใผhingga yang lebih tua tampak memberi jarak agar sang kekasih dapat sedikit bernapas lega, sebelum tersenyum tipis.
"Maaf.. Soalnya reaksimu menggemaskan saat sedang salah tingkah begitu, Gavin."
@rintikkalbu Kalimat 'aku tidak akan mengecewakanmu' pun lalu terdengar setelah itu.
Hingga pilihannya tampak jatuh pada hero yang baru saja mereka bicarakan; sang duke, dan kembali sepasang manik biru milik Alvaro hanya mengerjap polos, "Oh, yang bawa pistol itu ya? Pilih saja."
@rintikkalbu Begitu? Terimakasih.
/Menghela napas pendek, sebelum menyentil dahi sang kekasih pelan/ Gavinใผitu hanya permen, aku juga sering memakannya. Jangan mendramatisir seperti itu.
@rintikkalbu "Begitu kenapa?"
Terdapat kebingungan dalam nada bicaranya; tak begitu paham dengan budaya khas orang Asia Tenggara yang kurang suka mengumbar kemesraan di luar, dan ikut membungkuk agar dapat memperhatikan sang kekasih.
"Jangan jantungan. Nanti kita tidak bisa menikah, Gavin."
@rintikkalbu "Oke."
Mengangguk singkat. Hingga digesernya layar telepon pintar itu agar sang kekasih juga dapat ikut memeriksa; Diam-diam merasa malu.
"Iyaใผsama perempuan rambut merah yang juga suka menghilang itu, soalnya kata Al kemarin 'kakak jago kalau urusan culik musuh' begitu."
@rintikkalbu Melalui ekor matanya, dia dapat memastikan reaksi terkejut dari sang penjaga kasir yang memperhatikannya dari tadiใผmembuat Alvaro terkekeh singkat, sebelum mulai meminum milk tea di tangannya tanpa beban.
"..Hm? Tapi caranya berhasil. Mbak kasirnya sudah tidak melihat ke sini."
@rintikkalbu "Ohใผcara membuatnya mekar, bagaimana? Top up?"
Hanya istilah dasar di dalam game yang dia pahami; berkat sang adik bungsu tentunya, hingga jemarinya bergerak untuk memilih hero.
"Kemarin Al suruh aku main assassin. Katanya ada hero yang mirip denganku, tapi rambutnya abu-abu."
@rintikkalbu "Gavin.."
Panggilnya; sebelum membelai singkat sisi wajah pemuda berambut hitam tersebut, dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi. Siapa bilang dia tidak dapat mempertontonkan kemesraan di depan umum?
"Jangan minta maaf. Bukan salahmu, Gavin. Aku senang bisa menjadi kekasihmu."
@rintikkalbu "Bisa? Seperti apa itu?"
Sedikit tertarik dengan apa yang disebut dengan 'pamer status pacaran' barusan; seingatnya, Alano juga pernah bilang ada fitur seperti itu di dalam game.
"Oh, aku pikir gendong sungguhan." Hanya mengerjap polos, "Aku sudah masuk, Gavin."