Lalu kalimat “kalau belum lolos berarti bukan rezekinya” tuh simplifikasi yg bahaya.
Narasi ini bikin ketimpangan struktural jd seolah-olah cuma masalah takdir individu. Padahal ada sistem yg rusak dan ga adil yg bertanggung jawab di baliknya.
permasalahan orang goblok adalah :
tidak mengetahui kalo dirinya tuh goblok
sebagian besar malah merasa pintar
jadi kalo kamu merasa dirimu pintar ingatingatlah sama permasalahan orang goblok
Apa yang dibilang Pak Kumis ini cacat logika ya temen-temen. Straw man namanya, yaitu kekeliruan logika ketika seseorang mengubah, menyederhanakan, atau memelintir argumen lawan, lalu membantah versi yang sudah diubah itu, bukan argumen aslinya.
Pak Kumis menyederhanakan atau mengubah posisi Mas Tyo menjadi sesuatu yang lebih mudah diserang. Mas Tyo bicara soal pembagian tugas dan kewenangan, tapi Pak Kumis malah mengubahnya menjadi persoalan kompetensi wartawan.
@zalkad Gini tu konsekuensi dari pemilu cuma buat jadi event doang. Voter gapernah mau mantau, dan ga pengen tau, yang penting demokrasi berhenti di pemilu. Tidak ada apa2 setelah pemilu.
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Bener banget. Di fase itu, hidup lagi sering “ngacak” karier belum stabil, relasi datang pergi, ekspektasi tinggi tapi realita nggak selalu sejalan. Jadi kalau emosi nggak bisa dikontrol, kita yang capek sendiri.
Bukan berarti harus jadi dingin atau nggak peduli, tapi lebih ke tahu mana yang layak dipikirin, mana yang harus dilepas. Karena nggak semua hal butuh reaksi, dan nggak semua orang harus kita pertahankan.
Akhirnya, yang bikin kita kuat bukan karena hidup jadi mudah, tapi karena kita nggak lagi mudah goyah.
Gak pernah bosen bilang kalo ngelamar kerja di Indon emg blm tentu soal kapabilitas atau pengalaman. Pertimbangan subyektif dari HRD/user seringkali terlalu banyak.
Jadi ketolak kerja di suatu tempat bukan berarti kamu gak mampu, tapi emg rezekimu gak disana.
Ponpes ambruk yg diduga karna ga sesuai dgn standar teknis pembangunan, ntar pembangunan ulangnya pake duit APBN.
Sementara tim SAR yg ikut terjun evakuasi korban reruntuhan, lembaganya malah kena efisiensi sampe ± 460 M.
What a clown ass country
Yakin ngampus beb? Kata suami.
LAH, YAKIN BANGET. Aku gapapa ada demo, cuman takutnya kesasar kalo jalan pada ditutup. Tau kan aku kurang cerdas dalam membaca maps apalagi berinsting mencari jalan 🥲