Kita dipaksa masuk "mode bertahan" sendirian. Masalah struktural ini butuh solusi kebijakan nyata Salah satunya lewat transisi energi adil yang menjaga stabilitas isi dompet kita dalam jangka panjang.
#GoRENEWABLE#TransisiEnergi
Ini bukan sekadar perasaanmu. Kelas menengah Indonesia lagi dihantam 3 tekanan sekaligus: ekonomi lesu, anggaran negara dipangkas, dan krisis iklim yang bikin pengeluaran mendadak melonjak.
Ngaruh ke energi? Banget!
๐ Harga minyak dunia naik, rupiah melemah = biaya impor minyak mentah, BBM, dan LPG melonjak signifikan.
๐ Kebijakan pemerintah menyerap seluruh produksi minyak mentah untuk domestik = ekspor minyak mentah jatuh drastis = penerimaan devisa dari ekspor minyak mentah hilang sama sekali.
๐ Surplus cadangan devisa terpangkas karena membengkaknya tagihan impor bahan bakar.
WFH terus aja nih? ๐
Admin lagi belajar bahasa Prancis nih ๐ซ๐ท ๐ซข
Tahu nggak? Pesawat jadi salah satu transportasi dengan emisi terbesar. Misalnya sekali naik jet pulang-pergi aja bisa menghasilkan sekitar 140 ton COโโsetara emisi tahunan puluhan orang.
[UTAS] #PLTS100GW Jadi Jalan Keluar Ketahanan Energi di Tengah Krisis Energi Fosil, Yay or Nay?
Sobat Essentials, krisis energi global akibat konflik dan penutupan Selat Hormuz membuka satu fakta penting:
ketergantungan pada energi fosil bukan cuma isu lingkungan, tapi juga risiko ketahanan energi nasional.
Direktur Eksekutif @IEA, Fatih Birol bahkan menyebut situasi saat ini sebagai โthe mother of all energy crisesโ.
Negara yang lambat beralih ke energi bersih kini menghadapi tekanan fiskal dan ekonomi paling berat.
Tapi siapa pun dan apa pun background kamu, menyuarakan pesan-pesan untuk lingkungan itu nggak kenal generasi.
Karena Bumi ini rumah kita semua, menjaganya adalah sebuah keharusan. Wajib. ๐๐ผ
#GoRenewable#GoGreenJobs
Tonton selengkapnya:
Penasaran? Yuk tonton lengkapnya di podcast Ruang Aksi, YouTube: Coaction Indonesia atau di https://t.co/o6kZvuf35N
#GoGreenJobs#GreenJobs#GoRenewable
Pak @prabowo semangat sekali ingin membangun PLTS 100 GW, bahkan targetnya dimajukan 2 tahun. โ๏ธ
IESR mengingatkan agar target ini tidak dipaksakan, karena berisiko membuat proyek justru gagal. Ada 5 alasan mengapa membangun 100 GW dalam 2 tahun sukar tercapai: banyak aspek perlu dipersiapkan, termasuk ketersediaan tenaga kerja terampil bersertifikat di seluruh wilayah Indonesia.
Apa yang bisa dilakukan dalam 2 tahun?
1๏ธโฃ Penguatan kelembagaan, perencanaan dan perancangan proyek, penyiapan tenaga kerja andal, pengembangan rantai pasok, serta persiapan pilot proyek.
2๏ธโฃ Pilot proyek yang fokus pada:
โก Elektrifikasi 5.700 desa yang belum berlistrik, mayoritas di daerah 3T, karena masyarakat di sana membutuhkan akses listrik yang terjangkau dan berkualitas.
โ๏ธ Penggantian PLTD >0,5 MW di pulau-pulau yang relatif mudah dijangkau secara logistik.