BMKG udah ngeluarin peringatan gempa megathrust 8,9 Selat Sunda yang berpotensi tsunami, dan salah satu kawasan yang akan terdampak itu jakarta. guys kayanya kita bener-bener harus nyicil dan nyiapin emergency bag deh. aku bantu list yang harus di isi di emergency bag:
- dokumen penting
- obat-obatan
- masker
- alat penerangan (senter, lilin kecil + korek api buat jaga2)
- daleman, baju sedikit
- tissue, pembalut, perlengkapan mandi
- makanan yg awet (mie, energen, dll)
- powerbank, tempat hp waterproof, charger
- uang cash
- survival kit mini (isinya pluit buat hemat tenaga kalau butuh bantuan, kompas dll)
semoga kita selalu dijaga, buat daerah-daerah lain juga siapin yaa guys, stay safe semuanya 🥹
🎁GameSir G7 Pro ZZZ Edition Giveaway🎁
Attention Proxies! To celebrate entering this exciting new chapter of our journey, we’re giving away the GameSir G7 Pro ZZZ Edition controllers!🎮🌟
Prizes (3 Winners):
3× G7 Pro ZZZ Edition
How to enter:
❤️Like this post.
📀Follow @mygamesir
📡Repost
Ends September 14th
❤️GameSir G7 Pro ZZZ Edition Giveaway❤️
Take flight, proxies! ✈️ The skies of Roscaelifer await!
To make sure your setup is ready for the climb, we’re giving away some of our top-tier gear to help you perform at your best!
Prizes (3 Winners):
3× G7 Pro ZZZ Edition
How to enter:
❤️Like this post.
☎️Follow @mygamesir
📡Repost
Ends June 22th
To celebrate Season 3 day, I've teamed up with @mygamesir to give away another G7 Pro Zenless Zone Zero Edition Controller!
How to enter:
- Like & Retweet this post
- Follow @Zenlessnewz & @mygamesir
Winners announced in 7 days. Good luck, everyone!
Nggak. MBG sama Kopdes bukan yang bikin rupiah ambruk secara langsung. Tapi dua program ini turut bikin keuangan negara makin kepepet, dan itu berefek ke rupiah. Prosesnya gini: kalau pengeluaran negara jauh lebih gede dari pemasukannya, pemerintah harus ngutang lebih banyak lewat surat berharga. Investor asing yang pegang surat itu mulai ragu, karena makin gede defisitnya, makin mereka khawatir negara susah bayar utang. Makanya mereka jual, tukar ke dolar, cabut. Permintaan rupiah turun, dolar naik.
Mereka kan pantau terus berita kita, defisit APBN per April 2026 udah tembus Rp164,4 triliun, jauh lebih parah dibanding April tahun lalu yang cuma Rp4,3 triliun. Belum lagi dokumen APBN final 2026 tegas bahwa hampir sepertiga anggaran pendidikan, tepatnya Rp223,5 triliun dari total Rp769 triliun, digeser buat MBG.
Yang pasti bikin mereka tambah heran, tentang Kopdes. 80 ribu koperasi desa dikasih pinjaman dari bank BUMN buat modal usaha. Normalnya kan koperasi yang nyicil utang itu tiap bulan. Tapi di aturan terbaru, yang bayar cicilan pokok plus bunganya adalah negara, bukan koperasinya. Jadi koperasinya minjem, tapi yang nanggung utangnya APBN. Koperasinya rugi atau males pun, utangnya tetap kebayar. Beban itu nempel tiap bulan, dari 80 ribu koperasi sekaligus. Apa ga geleng-geleng kepala itu investor dan ekonom global.
Pemerintah udah gerak sih, hanya dinamikanya tetap belum meyakinkan (bahkan lucu). Purbaya udah bilang bakal motong anggaran MBG, ga sampe seminggu dibantah sama BGN. BI juga udah naikin suku bunga, rupiah tetap tembus 17.845. Tapi tetap gw apresiasi 2 upaya itu, khususnya MBG kalau bisa diturunkan lagi dananya, atau kalau tidak mau, fokus arahkan ke sekolah-sekolah di pelosok yang muridnya benar-benar membutuhkan.
Terus apa yang selanjutnya pemerintah harus lakukan?
Menurut keyakinan saya ada tiga hal.
Pertama soal defisit. Yang perlu dilakukan: tunda ekspansi Kopdes ke daerah yang belum siap, daripada maksa jalan tapi malah nambahin defisit baru. Yang lebih penting, buktiin ke pasar bahwa defisit nggak akan jebol 3% sampai akhir tahun. Investor nggak butuh janji, mereka butuh lihat konsistensinya.
Kedua soal cadangan devisa. Per April kata BI, cadangan devisa kita tinggal $146,2 miliar, turun dari $156,5 miliar di awal tahun. Artinya dalam 4 bulan BI udah habiskan $10 miliar buat jual dolar langsung di pasar supaya rupiah nggak makin nyungsep. Masih ada lumayan banyak sih, tapi kalau terus dikuras dengan laju segini, ruang geraknya makin sempit. Yang harusnya dilakukan bukan cuma jual dolar terus, tapi genjot dolar masuk: tarik investasi asing langsung. Dan ini butuh lebih dari sekadar Prabowo keliling dunia.
Kalau kita lihat, dalam 18 bulan Prabowo udah 49 kali keluar negeri, hampir setara 4 bulan penuh hari kerja, dan selalu pulang bawa "komitmen investasi" triliunan. Tapi investor terbesar Indonesia sampai sekarang tetap Singapura, Hong Kong, China, bukan negara-negara yang dikunjungi. Komitmen bukan realisasi. Yang bikin investor beneran masuk adalah kepastian hukum, kemudahan izin usaha, dan konsistensi kebijakan, bukan foto bareng pemimpin dunia.
Ketiga, dan ini yang paling kontroversial, tentang gimana caranya mendorong jumlah ekspor kita. Mulai 1 Juni 2026 eksportir CPO dan batu bara wajib simpen 100% devisa hasil ekspornya di bank BUMN selama 12 bulan. Ekspor komoditasnya juga mulai masuk masa transisi lewat BUMN baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Untuk saat ini eksportir masih boleh pakai mitra/sistem lama sih, tapi dokumentasinya sudah harus lewat DSI. Baru mulai 1 Januari 2027 nanti seluruh transaksi ekspor sepenuhnya diambil alih DSI, sebagai eksportir tunggal batu bara, sawit, dan ferro alloy.
Tujuannya mulia: supaya dolar dari ekspor nggak kabur ke luar dan kebocoran devisa lewat transfer pricing bisa ditekan. Tapi gw tetap khawatir melihat proses eksekusi dan kecepatannya. DSI dibentuk dalam 3 hari: akta notaris 18 Mei, SK Kemenkumham 19 Mei, diumumkan Presiden 20 Mei, tanpa satu pun rapat publik, tanpa DPR, tanpa asosiasi pengusaha. Lalu sekarang satu entitas ini pegang seluruh hak jual komoditas strategis Indonesia ke luar negeri, tanpa audit independen, tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Ironisnya, ini persis modus transfer pricing yang mau diberantas, tapi sekarang yang melakukannya adalah negara sendiri. Kalau badan ini tidak transparan, kita tidak nutup pintu korupsi, kita cuma mindahin lokasinya ke satu titik yang lebih susah diawasi.
Jadi balik ke pertanyaan awal tadi: emang kalau MBG dan Kopdes dihentikan rupiah bisa menguat? Jawaban singkatnya nggak, karena memang tidak sesimpel itu. Dan gw berharap pemerintah bisa notice tiga saran gw diatas. Karena selama defisit terus bengkak, cadangan devisa terus dikuras, dan kebijakan besar kayak DSI dibentuk dalam 3 hari tanpa kajian publik, pasar akan terus ragu. Yang akhirnya menghasilkan rupiah yang lemah, cerminan dari pemerintah yang juga kelihatan ragu-ragu...
Ihh menarik. Aku dr dulu emg penasaran sih apakah ada studinya, krn hampir semua kebudayaan tryt punya konsep giant serpents.
Aztec with quetzalcoatl, china with loong, europe with variant dragon salamander, asia tenggara dgn berbagai macam giant serpent nya juga
Aku baru baca ini,
Hasil survey dari Policy Research Center (Porec)
Judulnya "Siapa yang diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"
Silahkan kita baca hasil penelitiannya, yang sebenernya hasilnya tidak mengagetkan namun melegitimasi dan mengkonfimasi asumsi kita.
🚨 BREAKING: Someone just open-sourced a full offline survival computer with AI, Wikipedia, and maps built in.
Project N.O.M.A.D. is an open-source offline survival computer.
Self-contained.
Zero internet required after install.
Zero telemetry. Everything runs locally on your hardware.
What it includes:
→ Full Wikipedia archives via Kiwix
→ Offline maps via OpenStreetMap
→ Local AI models via Ollama + Open WebUI
→ Calculators, reference tools, resource libraries
→ A management UI to control
everything from a browser
One curl command installs the entire system on any Debian-based machine.
Runs headless as a server so any device on your local network can access it.
Minimum specs to run the base system: dual-core processor, 4GB RAM, 5GB storage.
To run local LLMs offline, you want 32GB RAM and an NVIDIA RTX 3060 or better.
No accounts.
No authentication by default.
No cloud dependency.
No phone-home behavior.
Built to function when nothing else does.
The grid, the cloud, the API you depend on. None of it is guaranteed.
The people building local-first systems right now are the ones who won’t be asking for help when access disappears.
Aku setuju, brand lokal cowo-pun sekarang udah banyak dan bagus-bagus. Mostly affordable juga.
Ini beberapa brand lokal yg mungkin bisa kalian lirik:
1. Kaos
- No Void Minds
- Coop Design
- Seka Basic
2. Celana
- Bluebutton
- Gutterman
3. Sepatu
- Kanky
- Forever Young Crew
- Caraka Footwear
- Aerostreet
4. Underwear
- Flyman
Sebenernya masih ada beberapa karena 90% outfitku lokal, cuma pada lupa aja. Wkwk.
Day 1 - BELAJAR SAHAM
“Dimulai dari Nol ya Kak”
Tulisan ini aku khususkan kepada temen temen yg emang mau belajar saham dari nol banget dan belum tau apa apa sama sekali.
Sebelum tau nama jenis saham (biasanya ada juga yg nyebut saham itu emiten). Kalian mesti tau beberapa sekuritas yg biasanya dipakai untuk pemula, karena depositnya sangat rendah~
Aku pake sekuritas
1. Ajaib
2. Stockbit
Untuk penggunaaan harian (transaksi jual beli saham), aku sering menggunakan stockbit karena menurutku dia beginer friendly bgt 💖🥰
Untuk pendaftaran seperti biasa yaa.. KTP dan rekening bank (buat withdrawal biasanya : ini aku pake mandiri) tapi RDN ku (RDN itu rekening kita di stockbit yaa, jadi kalo mau top up itu transfer ke norek RDN kita masing masing, bisa pake dana atau apapun yg bisa gratis tf ke rekening).
Pendaftaran ini biasanya nunggu 2-3 hari kerja. Satu KTP bisa di berbagai sekuritas, tapi satu sekuritas hanya boleh satu akun saja~
Fyi, sekuritas itu banyak sekali yaa temen temen. Kalau biasanya kalian pernah baca org bilang “broksumnya AK itu, ah males ada MG”.
AK dan MG itu adalah sekuritas juga, namun minimal deposit mereka tuh around 50 jutaan.
Ini gambar aplikasi stockbit dan ajaib👇🏻
ZZZ OUTFIT GIVEAWAY ✨👗✨
For version 2.7 release, winner will receive:
x1980 Monochrome pack!
So you can buy an outfit or two for your agents.
And if you haven't topped up before, that could be x3960 with 2x bonus!
Rules: Like🩷 + RT🔁 + Follow
Ends April 4th. 📅
❤️GameSir G7 Pro ZZZ Edition Giveaway❤️
Proxies, it's night shift. Win the G7 Pro ZZZ Edition to ensure zero latency in the Hollows. Gear up and don't let the Ethereals catch you lagging!😺
Prizes (3 Winners):
3× G7 Pro ZZZ Edition
How to enter:
❤️Like this post.
☎️Follow @mygamesir
📡Repost
Ends March 17th
#GameSir #controller #zenlesszonezero #zzz #giveaway
Desember 2025, Israel menganggarkan USD 725 juta untuk hasbara global 2026. Jumlahnya 30 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.
Itu yang membuat makin masifnya narasi pro zionis di pemberitaan media & media sosial.
Investigasi kami 2 tahun lalu ↓
https://t.co/8ZBVh8PsQi
🚨🇦🇪🇺🇸 Prominent UAE billionaire Khalaf Ahmad Al Habtoor just published an open letter to Trump. It's brutal.
"Who gave you the authority to drag our region into a war with Iran? Who gave you permission to turn our region into a battlefield?"
Al Habtoor's a major figure: billionaire, former diplomat, outspoken political voice in the Gulf. When he talks, UAE leadership's listening.
His questions:
* Was this your decision or Netanyahu's pressure?
* Did you calculate collateral damage before firing?
* You placed GCC countries at the heart of danger they didn't choose
* Your "Board of Peace" initiatives were funded by Gulf states. Now we're getting attacked. Where did that money go?
* You promised no wars. You've conducted operations in 7 countries: Somalia, Iraq, Yemen, Nigeria, Syria, Iran, Venezuela
* 658 airstrikes in your first year back = Biden's entire term (which you criticized)
* War costs $40-65 billion for operations, possibly $210 billion total
* Your approval rating's down 9% in 400 days
* Americans were promised peace. They're getting war funded by their taxes
The sharpest line: "Before the ink has dried on your Board of Peace initiative, we find ourselves facing military escalation that endangers the entire region. So where did those initiatives go?"
Al Habtoor's not some random critic. He's establishment. Connected. When UAE elites start publicly questioning Trump's decision-making, that's America's closest Arab allies saying "we didn't sign up for this."
The letter ends: "True leadership is not measured by war decisions, but by wisdom, respect for others, and pushing toward achieving peace."
@KhalafAlHabtoor