Yang dikorupsi bukan proyek mewah atau barang mewah, melainkan pakan satwa. Dampaknya bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi tubuh yang kurus, hewan yang sakit, dan nyawa yang hilang. Mirisnya, korbannya bahkan tidak bisa meminta keadilan.
Abdul Samad, 67 tahun, pedagang soto.
Kerja malam hari, dorong gerobak di pinggir jalan.
Jam 02.00 WIB ditabrak pengemudi mabuk yang sambil ambil HP dari lantai mobil.
Meninggal dunia.
Putusan Pengadilan Negeri Surabaya, 30 Juni 2026:Terdakwa: 8 bulan penjara.
Pertimbangan hakim yang meringankan:
sudah damai,
bayar santunan Rp 75 juta,
sopan di persidangan,
belum pernah dihukum.
Mabuk.
Jam 2 malam.
Sambil ambil HP.
Tabrak orang yang lagi kerja.
Orang itu meninggal.
Hukumannya: 8 bulan , lebih ringan dari tuntutan jaksa 9 bulan.
Nyawa pak Abdul Samad dihargai kurang dari setahun dan Rp 75 juta.
Di negara ini, jadi korban itu mahal.
Jadi pelaku, murah.
BUSET, ITU KORBAN KDRT DIDEPANNYA TAPI MEREKA MILIH NONTON BOLA
wanita itu cerita dia sering jadi korban KDRT mantan suaminya meskipun udah cerai
korban datang ke kantor polisi mau buat laporan tapi malah dicuekin. petugas di ruangan malah asik nonton bola
korban kecewa krn harus nunggu tanpa kepastian
semoga lu matinya susah. waktu ditarik nyawanya, diulur biar kesakitan dulu, gak mati mati tapi kesiksa.
biadab, dzalim. semoga lu dan semua orang dzalim di belakang lu, mati dalam keadaan terlaknat.
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?