memang tidak semua S3 harus publikasi, apalagi jika bekerja di luar ranah akademik atau penelitian. tapi jika seorang doktor bekerja di dunia akademik/riset, publikasi itu keharusan.
tugas kampus adalah menumbuhkan dan merawat budaya menulis ini.
budaya menulis memang mesti ditumbuhkan di kalangan akademisi kita. mayoritas doktor kita hanya punya thesis/disertasi S3-nya dan satu dua journal papers. bahkan juga di kampus. malah banyak yang cuma numpang nama di paper mahasiswanya. praktik ini yang mesti ditumpas.
ini keputusan @Kemdikbud_RI yg saya dukung sepenuhnya. kewajiban publikasi di jurnal u/ S2-S3 mmg justru merusak kinerja akademik scr umum krn banjir tulisan 'sampah' di jurnal 'sampah'.
satu hal yg mesti dipikirkan lbh lanjut: menjaga kualitas lulusan.
https://t.co/KU5G5P55PZ
The student wants to publish alot
Instead of chasing papers, I recommend we work to become the kind of researcher that has a writing system: read thoroughly, develop writing habits, seek feedback and maintain consistency.
Good papers start with good writing systems
Not able to produce “favorable results” in the lab? You are a “loser”.
Stay in the shadows of those who can bring cool data to the Big Prof.
Sounds familiar? It's not only about this case at Stanford.
It's about academic culture in general:
- Keep pushing for metrics. Quantity over quality. Look for flashy conclusions.
- Skyrocket your profile. Build your research enterprise. Outcompete everyone in your field.
Isn’t it how academia works today? 🤨
▫️
Albert Einstein remarked: “An academic career, in which a person is forced to produce scientific writings in great amounts, creates a danger of intellectual superficiality”.
Peter Higgs said he could NOT replicate his discovery in today’s academic climate: “Not enough peace and quiet in the present sort of climate to do what I did in 1964”.
▫️
Wonder about the results of this “culture”?
1. Thousands of FAKE research articles are published. 30% of all scientific articles may be fake products of paper mills. There is even a special lengthy page on Wiki called “Replication crisis”.
2. Life-draining tenure requirements that fuel the rat race. Why? To ensure the university ranking and recognition is going up.
3. Most PhDs don’t see themselves in science anymore. In many places, you are not required to be creative and knowledgable. Instead, you should demonstrate you can win a race.
Everyone knows it but few things change.
▫️
I am happy that Stanford showed courage and carried out investigation. It is an excellent example of HOW to react to manipulated papers and unhealthy lab dynamic.
It's just another reminder that:
We should STOP focusing on taking “professional selfies”.
We should STOP trading our passion for glory.
Focus on science instead
#AcademicChatter #AcademicTwitter #phdchat
This study develops the theoretical framework of FOUCAULT’s idea on governmentality to reveal the power practice of the bureaucracy apparatus, ACCUSTOMING bureaucracy to activities of data collecting, data processing, structured presentation of the data. https://t.co/hm3MJeNhzU\
3) Dengan memperhatikan aspek pendauran ulang dan rekonstruksi kain, Threadapeutic mampu melahirkan karya yang berdesain timeless, namun tetap modern sesuai dengan mode masa kini.
Lebih peduli, lebih asri.
#LokaBumi
1) Di tengah kehidupan manusia yang semakin modern, segala sesuatu dituntut untuk semakin cepat dan efisien. Namun dibalik itu, mereka kerap kali lalai akan eksistensi sampah yang terus menumpuk akibat aktivitas manusia yang semakin majemuk.
SAMPAH: ANTARA SERAKAN ATAU KREASI
Dlm bahasan kali ini, para mhs @Ipol_Unpad dan Dewan Pemerhati Lingkungan Kehutanan dan Tatar Sunda (DPLKTS) Jabar akan membahas gagasan zero waste sbg alternatif pengelolaan sampah yg ramah lingkungan
Ikuti utasnya berikut ini:
Menghargai Air dan Menguatkan Warga
Bagi Pak Taufan, aktivis DPLKTS Jabar, memperjuangkan hak bersama yaitu sanitasi air merupakan salah satu langkah baginya untuk menjaga apa yang dimiliki saat ini.
“Menjadi warga berarti harus siap membantu warga”
#LokaBumi#karyamahasiswa
Dari Biji Kopi Muncul Secercah Harapan
Kali ini, para mhs @Ipol_Unpad yg sdg magang di DPLKTS Jabar mengangkat isu perhutanan sosial utk membantu masyarakat Loa mendapatkan haknya mengelola tanah di kawasan Perhutani.
follow IG loka.bumi
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga, Farhatun Fauziyah, https://t.co/loiJGZqkCf memberikan pembekalan kepada mahasiswa magang dari @ilpol_unpad dan Piksi Ganesha seputar dinamika Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga di Bawaslu Kota Bandung.
Program Studi Sarjana Ilmu Politik jalin kerja sama magang mahasiswa dengan @bawaslukotabdg dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka
https://t.co/QPxy4WhZPn
Perludem kembali menerima empat orang mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung: Muhammad Raihan Dani Priatama, Dzoulfiqar Bellamy Gani, Muhammad Zahran Nauvalliado, Miqyas Robbany untuk masa magang 29 November- 28 Desember 2021.
Webinar Pojok Pengawasan bersama @Bawaslu_Jabar, Selasa, 30 November 2021, pk. 13.00 - selesai.
Langsung bergabung di Zoom Meeting:
ID 990 536 8435
Password BWSJBR25
OW YEAH!!
Nadiem Makarim menyebut perguruan tinggi yang tidak melaksanakan Permendikbud 30 siap-siap dihentikan bantuan keuangan dan sarana prasarana, hingga diturunkan akreditasinya. https://t.co/UV1x0H0dlB