Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
Tau ga ironinya apa?
Sebagian ada yg milih dia krn gamau milih capres yg menurut mereka 'omon2' & 'ga bisa kerja'
Gamau milih capres yg 'pinter ngomong krn biasanya ga jago kerja'
Guess what? What a blessing kita skrg dapet yg both ga pinter ngomong, omon-omon, dan gabisa...
Kok serem sih… mbak Nana berkali-kali bilang banyak yang protes, dia keukeuh ngebantah. Ga ada gitu dia penasaran, nanya dulu minimal, “Siapa yang protes? Mana?” Malah come on come on doang ga mau tau. Nuduh orang ga objective tanpa tabayyun.
Bener-bener buta mata buta telinga.
Masih ada orang yang bilang orang ini gatau apa-apa karena informasinya dihalangi bawahannya? Liat ini aja udah jelas kok, emang orangnya ga peduli aja. Menolak realita, menolak kebenaran.
Orang kaya gini kok ya bisa jadi Presiden. Jadi intern aja ga akan lolos pasti sih ini
Ditunggu para pelapor Pandji untuk melaporkan manusia yang jelas-jelas menistakan agama ini.
Tidak ada alasan!
Tidak ada toleransi!
Siapapun yang menista, harus kena!
"This is not Gaza" so you know that this is what civilians and children in Gaza face all the time but its only a problem for you when it's in Tel-Aviv.
Hi @smstelegram@Telegram@telegram_ids, my account [+628xxxxxxx1185] was suddenly banned. I've used it for years as personal storage and never had issues before. I believe this is a mistake. Could you please help me look into it? Thank you!
Gimana ngejelasin ke rakyat kalau janji manis saat kampanye itu bukan kontrak hukum? Gak ada sanksi pidana kalau janji gak ditepati. Satu-satunya hukuman cuma "jangan dipilih lagi" 5 tahun kemudian. Masalahnya, kita sering amnesia kolektif.
Jadi tentara kak.
Kamu bisa jadi:
1) Petani kedelai,
2) Tenaga kesehatan,
3) Polisi yang nanganin narkoba,
4) Hacker white hat buat pertahanan siber,
5) Dosen yang ngajar di kampus,
6) Pelatih tim sepak bola,
7) Pemroduksi obat,
8) Chef dapur MBG.
Dalam satu kehidupan.
Guys, terakhir nih sebelum tidur.
Aku enggak ada urusan sama mbak-mbak LPDP itu. Dan enggak mau tahu juga urusannya.
Mau dia disuruh ganti rugi, balikin duit, atau apapun istilahnya, terserah!
Tapi, intinya, kalian harus tahu suara orang yang kecewa atau bahkan di tahap menyesal jadi WNI itu berasal dari pemerintah yang enggak becus menjalankan negara.
Setiap berganti rezim, bukannya makin benar, rakyat makin sengsara.
Sedikit saran, itu energi galaknya boleh juga nanti setelah si mbak-mbak itu habis diproses, dialihkan ke pejabat-pejabat yang kerjanya enggak bener.
Soalnya pejabat itu gaji, tunjangan, dan anggaran apapun yang dia pakai, itu duit pajak rakyat, duit keringat rakyat. Kalau dia kerja enggak benar, itu artinya dia ngeludahin rakyat.
Sekalian juga sama aparat.
Mari kita kawal semua orang-orang yang makan dan hidup pakai duit pajak rakyat untuk bisa berkontribusi dan kerja benar untuk menyejahterakan rakyat.