Kuliah hampir 2 jam ini bagus banget untuk kalian yang rutin menggunakan AI.
Banyak banget teknisnya, tapi secara umum mudah dimengerti.
Tonton deh!
Thank me later!
the glucose goddess, Jessie Inchauspé jelasin di podcast ini (dan di bukunya juga) kalau kita ttp bisa enjoy makan karbo/gula tapi dengan lonjakan gula darah yang minim dengan cara:
1. ganti sarapan (1st meal) dengan menu "gurih", not even fruits. perut kosong yang diisi dengan karbo/gula, maka semuanya akan tersalur ke aliran darah menyebabkan lonjakan gula darah. bisa bikin more cravings in the day dan bikin gampang lelah/ngantuk).
sarapan dengan protein, lemak sehat dan fiber. contoh: telur orak arik sayur, sop tahu telur, pecel sayur plus protein tahu tempe
2. urutan makan buat full meal supaya mengurangi craving gula (maksi atau makan malem): fiber(sayur) > protein dan lemak>karbo. kalau bingung, dia bilang makan aja porsi kamu biasa but "add veggies to the beginning", intinya awali dengan sayur.
fiber dalam sayuran menciptakan lapisan serat di usus bikin kenaikan glukosa bertahap dan stabil.
3. jangan makan karbo "tok", contoh: mie instan lengkapi sama sayur+protein, nasi goreng tambahin ayam sama sayur acar.
bisa full cutting carbs/sugar is good but our body still need it for energy, our brain releases dopamine when we eat it, so just keep everything balance.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Saya kali pertama tahu kutipan ini dari bahasa Arab, tapi enggak pernah tahu siapa penulis aslinya dan memang sangat romantis.
ثُمّ أتمنى أن تجد شخصًا يتحدث بلُغتك، لئلّا تُمضي عمرًا كاملًا في ترجمة روحك
(Tsum 'atamanaa 'an tajida syakhshan yatahadatsu bilughotik, li allatum di a umran kamilan fi tarjamati ruhik.)
May you find someone who speaks your language, so you don't have to spend a lifetime translating your soul.
Mengapa singa tak pernah sampai ke Jawa? Ternyata Nusantara pernah dikuasai harimau raksasa 400 kg, Harimau Ngandong, predator purba yang mungkin lebih kuat dari singa Asia. baca selengkapnya di https://t.co/P5ElGaylsp
Subḥānallah, I just read a story that truly shows you the Qadr of Allah. A couple didn’t have a child until 7 years into their marriage. Every Ramaḍan they would ask, “O Allah, please grant us just one child.” And every year, they would hope for their du’ā to be answered.
Selain kisahnya Umar bin Khattab, yang bikin aku nangis lebih kejer adalah wkt baca dan denger kisahnya Zaid bin Khattab. Kakaknya Umar.
Yap, mungkin byk blm tau juga bahwa Umar punya kakak laki2 dari ibu yg sama. Tapi sifat mereka bertolak belakang.
In Surah Ar-Rahman, There’s a verse Allah repeats again... and again. Over 30 times.
Most see it as a poetic masterpiece, until you realize It’s the biggest reality check in the Qur’an….
Here’s why;
what I learn from my 1st Umrah, a thread🤍
mau sharing perjalanan umroh ku di musim panas bulan lalu mulai dari persiapan sampai beberapa tips yang mungkin berguna buat yang mau umroh juga supaya bisa beribadah dengan maksimal di tanah suci. based on my experience so cmiiw ya🙏🏼