Tadi pagi naik tj yg venuh dengan penampakan kocak bawa-bawa mat demi join STโฆ ujung-ujungnya lembur.
Batal olga meskipun gratis sih tetep ada bgt betenya โบ๏ธ๐
Nangis baca kasus tapir dibunuh. Selama 10 thn kerja di konservasi, ga pernah aku nemu yg namanya konflik tapir.
Hewan ini ga ngerusak kebun orang. Ga makan ternak warga. Kalo ketemu manusia cenderung menghindar, gak agresif.
Tapirs are gentle & chill, but they killed him ๐
Udah gitu salah satu solusi yg di offer buat ke Tanah Abang misalnya: 1P > 9D, jadi double tap alias ongkosnya 2x lipatโฆ
Yuyur i lop TJ bgt bgt tapi kalau jadi orang yg rute sehari-harinya dipangkas sih bingung dan kesel ya ๐
1N dan 1P meski ada momen keliatan sepi, ternyata demandnya banyak juga.
Kalo alesannya karena tumpang tindihโฆ ya justru penumpang jadi punya banyak opsi nggak sih? Hehehe
Dengan opsi yang ada sekarang aja, di sepanjang jalur ituโฆ koridor 1, 9D, dan MRT penuh di jam sibuk.
Ada sekitar 60.000 pengguna rute 1N setiap bulannya.
Secara jumlah, demand terhadap rute 1N cukup signifikan dibandingkan beberapa rute non-BRT dalam kota lainnya (tabel 1), bahkan juga bisa mengalahkan volume pengguna beberapa rute Transjabodetabek (tabel 2).
Apakah kapasitas rute-rute lain yang diarahkan menjadi alternatif bagi pengguna 1N sudah signifikan, begitupun prasarana pendukungnya?
Apalagi ini rute yang melewati kawasan-kawasan sibuk dan ada juga titik yang pelayanan transportasi umumnya masih kurang, seperti Jl. Wahid Hasyim sebelah barat yang nantinya hanya akan dilayani rute 1H.
Sayangnya mimin tidak mendapatkan data mengenai volume pengguna rute 10D.
Adakah teman-teman pengguna yang mau cerita pengalamannya?
Data: Litbang FDTJ
^a
Gimana kalau ada satu rute yg dipangkas?
Apalagi non BRT tuh jarak antar haltenya cenderung lebih deket, jadi kadang bisa jadi opsi yang lebih walkable dari pada halte BRT. Meskipun headway-nya lebih susah ditebak๐ฅฒ
Mau dikatain Anak Abah, anaknya lulusan UI. Dikatain Anak Ganjar, anaknya lulusan UGM. Kampus top semua.
Atau gak dikatain mirip junjunganmu. Dimiripin Pa Ganjar, hobinya marathon. Dimiripin Pa Anies, hobinya baca buku. Hobinya bagus semua.
Padahal diskusinya bkn soal tataran siapa nama pemimpinnya, tp apa kebijakannya.
Kalau emang semua kebijakannya top global terbaik dan ekonomi sehat alam terjaga, mau sinchan yang jadi pemimpin jg w gamasalah.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Aku lari dari satu sepi ke sepi lainnya, mencari riuh di jalanan, membungkam bising kepala di antara derap-derap langkah kaki.
Sampai kembali ke awal lagi.
Baru scroll pas pulang kantor.. isinya kalo ga cerita jambret ya angka (tidak) cantik rupiah.
Yaudah yoga deh biar capek terus ngantuk.
Udahannya buka hp ternyata dicariin buat revisi.
Wkwk setres semua setres ๐ฅณ