@senogp buaian kucing yg kurt vonnegut. Semula kagum dgn penerjemahan yg "Perjalanan Nun Jauh di Atas Sana" yg diterbitin Oak. Tapi pas dapat yg ini, ampun deh 10 hlm pertamanya
Jujur bosen sama diskursus ini, tapi kalo kalian nyari penulis fiksi yang political stancenya jelas kiri, anti-otoritarian, tidak misoginis (sepertinya), berpihak ke kelompok tertindas, dan nyastra, kusaranin baca beliau:
🇦🇷 Throwback to when Diego Maradona said this:
"In my heart, I am Palestinian."
Back in 2012, he also said:
"I am the number one fan of the Palestinian people. I support Palestine without any fear." 🇵🇸
Diego Maradona:
“The Americans gave me an award. They gave me one in Cuba as well. I told the Americans: Keep it for yourselves, I’m getting one in Cuba!”
I ain’t blindly following a team because of geographical confines btw. Simon & Yamal both outspoken against the genocide in Gaza.
Spain would be incredibly worthwhile WC champions sportingly but also morally.
Tukang reparasi skrg udah sampai level micro-soldering dan flashing ROM. Memang belum sampai bikin produk baru.
Bayangin kalo industrialisasi jalan, yang gini-gini bisa dikembangkan untuk produk baru.
Dulu bgt juga pernah rekrut kang reparasi hape pas bikin startup hardware.
Dr. Dino Patti Djalal, diplomat senior Indonesia, penulis, serta Pendiri dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), mengenang pertemuannya bersama Presiden Republik Indonesia saat itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Syahid Ayatollah Seyed Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam video ini, beliau membagikan pengalaman dan kesan yang hingga kini masih membekas dari pertemuan tersebut.