@QorinLu@keluhkesahkonoh Memang ada kata mat* kok. Niat memang sudah jelas tertulis niat. Tapi ada frasa pada saketi mat*. Coba baca lagi deh. (Huruf i disensor tanda bintang sama sendernya)
Jangan cuma ngomong gini ke ChatGPT:
“Buatin rencana.” “Kasih ide.” “Analisis ini.”
AI-nya canggih, tapi kamu pakai kayak anak magang yang baru masuk. Prompt-nya ngambang, jawabannya juga ngambang. Kalau instruksinya jelas, hasilnya jauh lebih nendang.
Nih 7 prompt yang tinggal copy-paste. Ganti aja yang di dalam kurung.
Jangan terlalu bangga ketika hidup sedang berpihak kepadamu.
Hari ini mungkin kamu bisa membantu orang lain,
besok belum tentu kamu nggak membutuhkan bantuan mereka.
Hidup punya cara sendiri untuk mengingatkan kita bahwa posisi bisa berubah kapan saja.
Jayapura (ANTARA) - Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, pelaku penembakan yang menewaskan tiga ASN di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama, diduga dilakukan kelompok KKB Kodap III Ndugama.
"Dari hasil penyelidikan sementara diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama namun siapa pelakunya masih didalami," kata Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal di Jayapura, Rabu.
Serem yaa ternyata abu vulkanik kalau diteliti bentuknya seperti partikel kaca, makannya amat sangat dilarang ada penerbangan ketika ada gunung erupsi.
Jadi tolong jangan egois yaa, karena kalau pesawat tetap dipaksa di berangkatkan partikel itu akan berbahaya sekali ke pesawat dan bisa masuk dari ventilasi mana saja. Stay safe everyone, semoga kita selalu diberikan kesabaran untuk menghadapi ujian saat ini🥺
Lahirnya Anak Krakatau. The origin story. 🌋
Agustus 1883, Gunung Krakatau meledak begitu dahsyat sampai dua pertiga tubuhnya hilang. Danan dan Perbuwatan musnah, sementara Rakata tinggal separuh. Yang tersisa hanya kaldera dalam di tengah Selat Sunda, terisi air laut. Lalu semuanya sunyi. Selama 44 tahun, tidak ada yang tahu bahwa di bawah permukaan laut, sesuatu sedang menunggu.
Sampai 29 Desember 1927. Nelayan di Selat Sunda melihat sesuatu yang aneh: asap naik dari tengah laut. Malamnya, batu pijar terlihat menyembur dari bawah permukaan. Aktivitas vulkanik baru muncul tepat di antara bekas puncak Danan dan Perbuwatan. Bukan sekadar sisa gunung lama, sesuatu yang baru sedang lahir.
Tahun-tahun berikutnya seperti permainan muncul dan tenggelam. Pulau kecil terbentuk, lalu dihancurkan ombak dalam hitungan hari atau minggu. Muncul lagi, tenggelam lagi. Berkali-kali. Sampai pada 20 Januari 1929, ahli gunung api Stehn melihat tumpukan material yang mulai bertahan di atas permukaan laut. Embrio sebuah pulau baru.
Lalu, 11 Agustus 1930, untuk pertama kalinya daratan itu tidak lagi tenggelam. Sebuah pulau vulkanik baru berdiri permanen di tengah kaldera ayahnya. Orang-orang kemudian memberinya nama Anak Krakatau.
Anak yang lahir dari kehancuran, dan terus tumbuh dari laut hingga menjadi gunung api yang kita kenal sekarang.