@redienx “Ah, Kagami-kun sedang ada urusan dengan Himuro-san, mungkin akan kembali lagi besok.” jawabnya tanpa menunjukkan ekspresi seperti biasa.
“Aomine-kun juga, tumben sendiri. Momoi-san mana?”
@_starinuniverse “Apa kau sedang menunggu sesuatu?” ia bertanya, meski ia tidak biasanya begitu, tapi karena pemuda di depannya sudah membantu, tidak ada salahnya jika bertanya. Meskipun, ia harap pemuda ini tidak kaget atas pertanyaannya yang tiba-tiba, mengingat hawa keberadaannya yang tipis.
Jam di tangannya kerap dilihat, harusnya ia tidak telat untuk pergi ke tempat tujuannya. Menunggu di seberang jalan, ada lelaki di sebelahnya, namun ia tidak memberikan respon pasti, karena hawa kehadirannya cukup tipis, pemuda ini pasti tidak sadar akan kehadirannya.
@ANG3LNDEM0N "Yes, you can start now," he confirmed with a small nod.
Seeing the boy’s cheerful response brought a faint smile to his pale face — a smile so subtle it could easily go unnoticed unless you looked closely for it.
@cendrakawala Helaan napas keluar pelan dari ranum sang bayangan, kebiasaan yang ia lakukan jika Kagami mengatakan atau berperilaku tidak wajar, “Kagami-kun baru saja mengucapkan hal yang aneh, tau.”
@cendrakawala Mendengar pertanyaan itu membuat Kuroko spontan menjawab, “Kagami-kun, apa kamu sedang demam?” nada bicaranya tampak terlihat tenang, meski ada sedikit rasa malu yang berusaha ia sembunyikan.
@talecnted Anggukan kembali diberikan, agaknya ia hendak pergi sebelum akhirnya membalikkan badannya kembali, menghadap ke lawan bicara.
“Anō, apa di dekat sini ada supermarket?”
@ANG3LNDEM0N “That’s worth a try.” his expression stayed unchanged—calm and neutral, yet he genuinely appreciated the boy’s willingness to help.
“Could you do it for me?” the question slipped out; he might not have shown it, yet there was a quiet plea behind his words.
@_starinuniverse Kuroko menatap ke benda yang berada di tangan pemuda di dekatnya, ada jeda sedikit sebelum ia menganggukkan kepala, mengkonfirmasi pertanyaan itu.
“Iya, ini punyaku.” ia mengambil benda itu, lalu menambahkan dengan nada suaranya yang tetap datar, “terima kasih.”
@yvvesl He nodded faintly, a quiet gesture that somehow convinced the girl to comply, though his expression remained unchanged.
“You’ll like it.” he assured, his tone brief but certain.