Western leftists will tweet out the laziest anti-Islam snark imaginable, and then, when Muslims call it what it is, they’ll hide behind “critique of religion.”
Buddy, if that’s the level of your critique, it’s no wonder you now find yourself living out your revolutionary fantasies through a people whose struggle is openly rooted in a faith and worldview you clearly resent.
You romanticize their resistance, borrow their imagery, chant their slogans, and cosplay their courage, all while sneering at the very Islam that sustains so many of them under siege.
And that would be bad enough on its own, but it’s even more pathetic coming from people whose entire political posture depends on being geographically, materially, and psychologically cushioned by the same empire they claim to oppose. You mock the ideology of people facing bombs, prisons, starvation, and extermination while clasped tightly to the teat of the enemy dropping those bombs.
So no, this isn’t about Muslims being unable to handle criticism. Islam has been critiqued by far more serious minds than yours for centuries. What we’re not obligated to entertain is your Reddit-tier contempt dressed up as intellectual courage.
But hey, keep at it. The pinnacle of your ideological achievement is always going to be cosplaying revolution from the safety of the imperial core while outsourcing every real consequence to Muslims you secretly resent, and that’s a ceiling you’re never going to shatter.
please dont be one of those people who shame muslim women for asking for their rights. di negara ini jangan sibuk nuntut perempuan mandiri, sementara masalahnya banyak sekali laki-laki yang mangkir atas nafkah.
dinafkahi itu hak perempuan muslim yang Allah tetapkan dalam syariat. it is our God given right, and nobody gets to take that away from us.
bingung sama orang-orang yang salty kalau ada perempuan pengennya dinafkahin, malah nyuruh-nyuruh mandiri. padahal, perempuan yang bekerja juga yaa tetap punya hak untuk dinafkahi.
perempuan zaman sekarang kurang mandiri apa, malah udah di level “dieksploitasi” kalau kata gue. iya, sama keluarga juga dan sama kapitalisme. inget kasus buruh-buruh perempuan yang dipaksa kerja sampai mengalami keguguran? women are overburdened. banyak single mother yang kerja mati-matian karena laki-lakinya gak menafkahi anak-anaknya dan pihak laki-laki gak dapet konsekuensi atas perilaku jahatnya, sampai kesehatan badan para ibu tunggal yang jadi korban.
in this economy “mandiri” juga bisa jadi bentuk coping mechanism. banyak perempuan yang mengalami trauma, kecewa, ditelantarkan, lalu harus belajar survive sendiri di tengah keluarga yang disfungsional. im so sorry you had to become that strong. but your pain does not change our right. you deserved to be protected and provided for too. jangan sampai pengalaman pahit bikin kita menganggap semua perempuan harus hidup dengan cara yang sama.
imo ada perempuan yang ingin bekerja, silakan. umat juga tetap membutuhkan perempuan untuk berkontribusi di bidang-bidang tertentu. ada yang ingin contribute ke keluarga, silakan. tapi kontribusi finansial istri gak otomatis mengubah kewajiban nafkah suami menjadi kewajiban istri.
ada juga perempuan yang ingin dinafkahi dan merasa aman dengan suaminya. silakan. she doesnt need to apologize for that.
i personally berharap diberi kebebasan untuk memilih: bekerja maupun tidak bekerja. tapi kalau setelah menikah saya dibebankan nafkah atau dipaksa membantu mengelola bisnis suami seolah-olah itu kewajiban saya, saya gak akan mau.
saya mau berkontribusi kalau saya memang mau. kalau saya membantu, itu karena saya ridha, bukan karena kontribusi saya dianggap sebagai kewajiban yang bisa dituntut.
i would rather stay single than enter a marriage where im expected to be pregnant, give birth, breastfeed, take care of the household, work, and still split everything 50:50 while paying my own bills. like… duh.
we should be careful not to romanticize women having to survive everything alone. dan kalau syariat sudah menetapkan nafkah sebagai kewajiban suami & ayah, kenapa perempuan harus dibuat merasa bersalah ketika dia meminta haknya?
Iya emang jahat, bangga gw jahat. Babi halal kalo bener bener kepepet gaada makanan lain yg ditemuin, kalo masih nemu belalang apa masih halal?
Batasan bener bener kepepet itu seberapa? You do have choice, you just want an instant breaktrough with good salary
Agreeing on both side of mbg discourse because I think both can be true 🧍♀️
do they just trying to survive? Yes.
apa mereka makan uang haram? (imo) Yes.
apa dengan bersikap lembek ke mbg ini bkl bikin ni program langgeng dan ketergantungan? Yes.
Live your guilt aja sih 😀
ada dua kemungkinan yang selalu ganti gantian di kepalaku tergantung mood:
1. yakin bakal ketemu jodoh dan nikah tahun depan
2. gak bakal nikah dan meninggal duluan
At the end of the day, semua tergantung keyakinan masing-masing. Mau hidup yang baik atau mati yang baik. Mau pilih yang mana aja juga rasanya tercekik sendiri. Hidup kaya belum pasti, tapi mati udah pasti. Semoga Allah merahmati kita semua.
Fenomena ini cuma sebagian kecil dari trial fitnah Dajjal aja padahal. Dajjal tuh bakal ngeringin bumi, merampas stok air & makanan. Dia bisa ngasih air & makanan tapi harus jadi pengikutnya dulu. Kalo cuma modal realistis bakal rawan jadi pengikutnya sih.
It's not within your fault kalo lapangan kerja sekarang susah ditambah kebijakan plenger pemerintah dzalim, but it'll be your hisab masa sehatmu dipake apa dan bagaimana kamu survive di dunia yg penuh ketidakadilan ini. Choose freely and choose wisely.
kadang suka bingung sama sekelompok org org yg ngehina org beragama, ngehina Tuhan, bahkan ngehina kepercayaan org lain hanya karena menurut mereka itu semua cuma akal akalan dan ‘tidak nyata’
tapi mereka sendiri percaya sama tarot😅
@lilaccountz Kalo kayak gitu apa bedanya mereka dengan masyarakat tertentu yg mengagung-agungkan budaya baca weton, pawang hujan dll 😹
Gak suka tradisi di luar syariat Islam, tapi sendirinya percaya nasib yg dibisikin setan ditambah 100 kebohongan.
Percayalah, rezeki yang kamu dapatkan melalui jalur kesyirikan itu gak akan pernah berkah. Mungkin pasar ada, peminat banyak, sugesti benar. Tapi aku 100% percaya itu gak akan membawa ketenangan hati, jiwa, dan spiritual. #IndonesiaKrisisAqidah
Akan selamanya ngakak dengan orang yang percaya bahwa termasuk upaya mematikan rezeki orang ke sebuah tweet yg mengingatkan sesama muslim untuk gak baca atau melariskan tarot.
Wong tarot aja masuknya perdukunan, bedanya lebih modern dan tanpa jampi-jampi aja 😹
Muslim itu gak boleh percaya dukun. Di tweetnya juga (iirc) ada disclaimer sebagai pengingat sesama muslim, malah ada yang qrt "mematikan rezeki orang" 😂 lah wong bisnismu ae haram cak. Ortu gak boleh ke dukun, pake santet, yadayada, tapi anaknya malah baca tarot. #bingung
peak romance versi gue adalah laki gue nyuciin bekas nifas gue terus abis itu mandiin gue yg nangis karena sakit ga bisa berdiri abis caesar.. terus dia ikutan nangis "aku ga tega kamu ngelahirin sakit gini 😭😭😭" gue jd terdiam 😅🤣 karena dia nangisnya lebih lebih dari gue 😂