Walhi merilis laporan perusahaan dan pengusaha yang bisnisnya terkait isu karhutla.
Termasuk orang-orang di sirkel politik presiden dan "antek asing".
1/6
MSCI: 👨⚕️
Indonesia: 👦🏽
👦🏽: Pak Dokter, katanya kontrol lagi November. Ini masih Oktober kok sudah dipanggil?
Hasilnya sudah bagus ya? Dengar2 Nguyen 🇻🇳 mau masuk juga, ga sabar mau satu kelas 💃
👨⚕️: saya ada good news dan bad news
Good news-nya kamu rajin check up sama post di sosial media kurangnya kamu dimana kayak HSC itu
Bad news-nya HSC kamu kok banyak kali, sampai 30% lebih dari IHSG
Tapi cuma di post doang, upaya untuk kurangi HSC itu kurang
Udah tahu di pom pom, tapi kamu ga apa2in tukang pom pom-nya
👦🏽: Lhaaa jadi gimana dok, emak udah mau potong tumpeng rayain tidak turun kelas 😅
👨⚕️: Yang saya tunggu itu bukti kamu membaik, bukan tambah tebal daftar obatnya. Masih ada keluhan soal kepemilikan saham dan dugaan transaksi yang diatur-atur
👦🏽: Jadi saya mesti turun kelas sama Messi 🇦🇷, enggak boleh sekelas sama Jungkook 🇰🇷 lagi?
👨⚕️: Sekarang yang sedang dibahas malah apakah kamu perlu ditempatkan di kelas tersendiri. Namanya Standalone.
👦🏽: Kelas sendiri? Wah, privat dong, Dok? Lebih eksklusif? 🤩
👨⚕️: Jangan senang dulu. Kalau usulannya jadi, kamu enggak ga sekelas ama Jungkook 🇰🇷, enggak sama Messi 🇦🇷 Ahmed 🇵🇰 juga.
👦🏽: 😨 Masih bisa diperbaiki, Dok?
👨⚕️: Kesempatannya masih ada. Tapi harus ada bukti perbaikan nyata, bukan janji lagi. Keputusan paling lambat 30 Juni 2027.
👦🏽: Emaaak… kemarin takut turun kelas. Sekarang malah terancam enggak punya teman sekelas… 😭
Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yg mengurusi bencana.
Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
ALL EYES TO KALIMANTAN, BORNEO.
YANG MASIH ADA EMPATI NYA TOLONG SEJENAK BACA INI, GW NGERASAIN SENDIRI KARNA GW DI KALIMANTAN.
Crazy, gw sangat gatau lagi gimana pemerintah menanganin keadaan indonesia khusus nya kalimantan ini udah darurat udah iklim besar, Media besar udah unjuk rasa ke kita. tapi apa ? yap yang di utamakan lagi dan lagi MBG.
KALIAN LIAT SENDIRI ANGGOTA PEMADAM YANG KURANG ALAT DAN TENAGA ORANGNYA SENDIRI DI KISARAN UMUR 35-40an.
GK KALIMANTAN AJA YANG KENA, NEGARA TETANGGA KITA KENA KHUSUSNYA SINGAPORE DAN MALAYSIA.
imagine AS pas Los Angeles terbakar aja ketar ketir walau kemampuan damkar mereka diatas Indonesia, kalimantan skalanya aja keknya dua kali lipat kebakaran LA, mana alat dan fasilitas seadanya.
adapun dengan ISPA, KASUS ISPA PERHARI INI MENCAPAI 174 RIBU ORANG DAN PALING PARAH 40 RIBU NYA ADALAH BALITA.
BREAKING NEWS
tawaran bantuan dari Malaysia untuk ikut padamin api kebakaran hutan kalimantan & sumatera gak direspon sama pemerintah Indo
1 pesawat, 3 helikopter, dan 55 personel siap dikerahkan. wakil PM Malaysia bilang mereka ikhlas membantu
FYI, tawaran ini pertama kali diajukan tgl 17 sep. tgl 18 sep, prabs secara "omon-omon" bilang menerima tawaran itu
nyatanya sampai hari ini, nota diplomatik yg diajukan Malaysia belum ada balasan
update terakhir dari menteri lingkungan hidup, tawaran tsb masih dibahas dlm rapat kementerian
giliran urusan yg urgent dan prioritas gini kerjanya lelet bgt
“saya pikir masih ribuan hektar, ternyata cuma 639 sekian” - Prabowo
Bahkan presiden negara ini meremehkan hutan yg sudah dibakar dan terbakar berhektar-hektar dan apinya blm juga padam selama hampir 4 bln
Coba suruh Bowo tinggal di Kalimantan seminggu, klu ga mati keren bgt
definisi mau terlihat mantap di mata dunia.
pecinta seremonial ini menyambut presiden mesir segini mewahnya, udah kek buckingham palace. tapi kenapa kalo buat bantu rakyat gak bisa dengan mewah dan jor joran?
masih banyak daerah yang belum pulih dari pascabencana, belum lagi ada banjir yang baru terjadi, kebakaran hutan & lahan pun masih membara...
si santai banget tuh hidup?? beneran dua hal yg berbeda kehidupan pejabat sama rakyat, kek gaada mikirin orang2 yg tinggal di kalimantan, ga dianggap manusia kah? beneran ga dilirik samsek sama pemerintah pusat, pemerintah daerahpun cm sibuk sama diri masing2
Kpop tuh akhir-akhir ini lagi struggling.
> Peak nya halyyu wave udah lewat.
> Dramanya udah kena Netflixication.
> Marketnya udah jenuh dan saturated.
> Everyone knows how racist they are towards the other asian.
Satu-satunya opportunity mereka buat survive adalah NewJeans yang mampu menjangkau normies di luar niche Kpop. Even fans bola yang anti kpop aja bisa suka NewJeans.
Eh jadi skandal dan sekarang hiatus. Pemerintahnya juga kagak bisa apa-apa. Lewat deh opportunity-nya.
Solusi mereka saat ini paling nambalin grup debutan baru dengan idol-idol dari negara-negara yang punya marketnya kayak ambil idol dari Indonesia.
Itupun gak long lasting sih...
Satu alasan mengganjal, apa alasan Fufufafa tidak melanjutkan ke A level, tdk masuk JC, IB, atau politeknik yg menjadi variasi umum bagi anak-anak di Singapura setelah menyelesaikan O level?
Tapi memilih ke UTS Insec ?
Sy jelaskan, ada banyak kemungkinan. Namun, kemungkinan besar ini terkait dengan “passing grade” atau kapasitas intelektual ybs. Karena untuk masuk A level (jalur yg dipakai utk mendapat bachelor dan inilah yg paling mendekati setara SLTA persyaratannya salah satunya TOEFL tinggi) atau jalur lain, nilai di O level sangat menentukan meskipun lulus. Ya istilahnya, mau masuk sekolah favorit tentu ada bar grade yg harus mencukupi. Apakah berarti gampang ke UTS nya dan ‘kapasitas’ Fufufafa cukup? Belum tentu, karena UTS Inset hanya program persiapan, jadi hanya pakai O level saja tak masalah karena nilai tdk menjadi acuan, karena yg akan jadi acuan adalah setelah rampungnya program foundation/pathway itu. Nah dari Hakim Saldi Isra kita mendengar ada nilai nilai Fail, meski ada HD dan D dari transkrip nilai. Di sinilah letak alasan Fufufafa kembali lagi ke Singapura, lagi-lagi terbentur dgn kapasitas intelektualnya dan gagal masuk UTS yg mana mgkn tidak ‘menerima’ nilai nilai Fail (untuk mendapatkan Bachelor). Terus kok bisa ke diploma di MDIS?
Bisa, di Singapura, jika usia sudah mencukupi (kemungkinan Fufufafa 20an tahun) modal O level saja cukup. Jadi jeda 1-2 thn ini dianggap gap year, dan sekolah spt MDIS, SIM, Kaplan atau private education dll ‘tidak butuh syarat lain’ selain O level, usia cukup, dan tentu saja duit🙏. Nah di sinilah kemudian Fufufafa mendapatkan angin surga untuk mengkarbit kapasitas intelektualnya. Di titik inilah, 10 tahun kemudian, riwayatnya yg ‘hilang’ selama 2 tahun dipertanyakan, mana ijazah mu? —— setara SLTA nya ia pakai loncat2 itu.
Namun satu hal yg ganjil adalah, tidak ada—-hingga sekarang, satu pun orang Indonesia yg bersaksi pernah ‘berinteraksi’ dgn Fufufafa dalam rentang waktu 2007-2010 saat dia menyelesaikan program adv diploma + bachelor. Padahal, saat itu dia anak seorang walikota yg jaya-jayanya. Tidak perlu satu kelas pun, anak-anak Indo disana biasa muncul saat solat Ied, natal, 17 an, atau sekedar main futsal, makan bareng usai jumatan, dan saling mengenal satu sama lain atau paling tidak mendengar bisik-bisik oh ada anaknya pejabat itu dll. Istilahnya ‘ngeblend’. Selesai program sekolah pun, biasanya mereka lapor ke KBRI (untuk mendapatkan surat keterangan yg dibutuhkan untuk misalnya penyetaraan) atau ya sekedar main aja ke KBRI lah. Itu kan ‘rumah’ kita selama di luar negeri. Pamit gitu sama mas dan mba local staff di sana. Yaaa istilahnya unggah-ungguh lah.
Tapi dimana Fufufafa?
Pembelanya pasti akan jawab: Ooh tentu saja Fufufafa selama sekolah belajar terus di kamar, di perpustakaan, menyiksa diri agar mendapatkan nilai ujian terbaik.
Tapi jika melihat perangainya, gaya komunikasinya, jawaban kemungkinan besarnya: ia kuper, di kamar terus, buka laptop, lalu masuk akun Kaskus dan melakukan hobinya: membully.
Inilah, kegiatan satu-satunya org bernama Fufufafa selama sekolah. Ya … karena memang kapasitasnya serendah merisak dan merundung orang.