"Jika di antara kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak cukup kuat untuk melakukannya, maka gunakanlah lisan, namun jika kamu masih tidak cukup kuat, maka ingkarilah dengan hatimu karena itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR Muslim).
Ini namanya unhealthy emotional detachment yah teman2
Pertama, merasakan perasaan sedih, hancur, dan terluka waktu ditinggalin teman atau pasangan itu sangat wajar
Prinsip "never asking why" itu justru berusaha menekan perasaan itu
Kayak kalo sedih dan penasaran kenapa teman2 pada menjauh, tinggal bodo amat aja dan lanjutkan hidup
Padahal kalo keseringan kayak gitu, lama2 kamu bisa mati rasa dan ga merasakan emosi apa2 lagi
.
Yang kedua, "never asking why" atau bahasa simpelnya "bodo amat" ini buat kamu jadi tidak pernah introspeksi diri
Misalnya ada teman yg jauhin kamu atau pasangan mutusin kamu, dan kamu memutuskan untuk bodo amat, itu buat kamu jadi ga melakukan refleksi diri untuk mencari tahu kesalahan apa yg kamu buat sampe mereka menjauh
.
Jadi rumus adulting "never asking why" ini memang terdengar keren, tapi sebenarnya menyesatkan
Don't try this at home
@ID_MyRepublic problem mulu, ada rasa tanggung jawab dengan potongan harga atau kompensasi benefit ga ya ke konsumennya? Dipake kerja loh, dikit lagi w pindah ke biznet sih kl ngaco gini.
Kayaknya sudah 3 dekade bus2 itu bisa berhenti/turun-naikkan penumpang di Pintu Tol Kebon Jeruk. Termasuk @PT_Transjakarta
Tapi hingga hari ini sama sekali tdk ada fasilitas utk penumpang dan penyeberangan aman.
Ini masih di wilayah @DKIJakarta, tapi memang bukan BLOK M sih.
@Maulidar81@keluhkesahkonoh Disagree, Kak. Ini tergantung penyampaian dan didikan ortunya. I growth from diet restricted parent dan sampai sekarang masih konsisten jaga pola makan.