Anggota DPR baru aja bongkar anggaran pelatihan Kopdes
Rp 30juta โ pelatihan militer
Rp 15juta โ belajar koperasi
1 orang = Rp 45 juta/45 hari
Total 35.476 peserta
Total anggaran = 1.6 TRILIUN
Efisiensi anggaran NDASMU๐คฎ
๐จ Kalian tau ga? Muhyiddin, salah satu dosen dari Universitas Esa Unggul jd Dewan Komite Audit di PT Pertamina Retail.
Ketika Ginka Febriyanti (Komisaris Pertamina Retail) S2 di Esa Unggul, hampir di DO krn ketauan edit nilai/absen ๐คฏ Ginka mohon2 sama beliau.
Hadiahnya? Jadi Dewan Komite Audit deh di Pertamina Retail ๐ #IndonesiaGelap
Kadang kdm ini lucu, asn ya tugasnya ngerjain tupoksinya apa. Klo mikirin cita cita bangsa buat apa, ngambil atau mutusin kebijakan kan ga bisa yg bisa ya pimpinan daerah wkwk
they be picking a random ass dude and dudette for commissioner and it makes you wonder how lame zari hendrik is still stuck being a selebgram in 2026. ๐ญ๐ญ
kepala staf kepresidenan soal manajer kopdes yg meninggal:
"dapat informasi gada kelalaian, ya namanya meninggal tidak serta merta krn latihan militer"
ngejawabnya gada ekspresi sedih malah sambil ketawa kecil
rip empati ๐ฅ
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
NANIK S. DEYANG:
WARTAWAN YANG JADI PEJABAT NEGARA PALING SIBUK
DOUBLE JABATAN BERGENGSI
KOMISARIS PERTAMINA + KEPALA BGN
GAJI ESTIMASI 210 JUTA/BULAN
GAJI ESTIMASI 5.5 MILYAR/TAHUN
Nanik S Deyang memulai kariernya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, berkembang ke posisi manajerial di sejumlah perusahaan media nasional, termasuk sebagai direktur utama tabloid Info Kecantikan dan pemimpin umum majalah Femme.
Jalan menuju puncak kekuasaan terbuka setelah Prabowo menang Pilpres 2024.
Pada Oktober 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kemudian pada 12 Juni 2025 ia diangkat menjadi Komisaris Independen Pertamina.
Pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN, dan pada 2 Juni 2026 naik menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
BERAPA PENGHASILAN DARI BGN?
Sebagai Kepala BGN yang setingkat menteri, Nanik menerima gaji pokok Rp5.040.000 per bulan.
Ditambah tunjangan jabatan dan representasi sekitar Rp13.608.000 per bulan.
Total gaji dan tunjangan resmi sekitar Rp18.648.000 per bulan.
Tapi ini baru angka formalnya.
Di luar itu ia berhak atas rumah jabatan resmi, kendaraan dinas beserta sopir, jaminan kesehatan premium, tunjangan komunikasi, listrik, air, keamanan, serta biaya perjalanan dinas dan protokol.
Bila seluruh fasilitas ini dimonetisasi, nilainya bisa mencapai Rp50โ80 juta per bulan dalam bentuk ekuivalen tunai.
BERAPA PENGHASILAN DARI PERTAMINA?
Ini bagian yang jauh lebih besar. Berdasarkan struktur remunerasi BUMN, anggota Komisaris Pertamina menerima honorarium sekitar Rp141,75 juta per bulan โ belum termasuk tunjangan dan insentif tambahan.
Data publik dan dokumen RUPS menyebutkan komisaris lainnya mendapatkan kompensasi berkisar antara Rp100 juta hingga Rp150 juta per bulan.
Selain honorarium bulanan, tantiem yang diberikan di akhir tahun bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung performa perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan 2023, total tantiem yang diberikan ke komisaris Pertamina bisa menyentuh angka Rp2โ5 miliar per orang per tahun.
Komisaris juga mendapat tunjangan transportasi 20% dari honorarium, THR setara satu bulan honorarium, dan asuransi purna jabatan.
ESTIMASI TOTAL AKUMULASI PENGHASILAN NANIK
Berikut kalkulasi berdasarkan data resmi dan estimasi benchmark industri:
PERIODE JUNI 2025 โ JUNI 2026 (12 BULAN sebagai Komisaris Pertamina + Wakil/Kepala BGN):
- Honorarium Komisaris Pertamina: Rp141,75 juta x 12 = Rp1,701 miliar
- Tantiem Pertamina (estimasi): Rp2โ3 miliar (satu kali per tahun)
- Gaji/tunjangan BGN (Wakil & Kepala): Rp18,6 juta x 12 = Rp223 juta
- Fasilitas negara BGN (rumah dinas, mobil dinas, dll): ekuivalen Rp50 juta x 12 = Rp600 juta
Total estimasi dalam 12 bulan pertama:
sekitar Rp4,5 miliar hingga Rp5,5 miliar
ESTIMASI PENDAPATAN PER BULAN (kondisi saat ini rangkap jabatan):
Komisaris Pertamina: Rp141,75 juta
BGN (gaji + tunjangan): Rp18,6 juta
Fasilitas negara BGN: ekuivalen Rp50 juta
Total per bulan: kisaran Rp210 juta
ESTIMASI PER TAHUN:
Honorarium + tunjangan tunai: Rp1,92 miliar
Tantiem Pertamina: Rp2โ3 miliar
Fasilitas setara tunai: Rp600 juta
Total per tahun: Rp4,5 miliar โ Rp5,5 miliar
ESTIMASI PER LIMA TAHUN (2025โ2030):
Dengan asumsi jabatan dipertahankan dan tantiem stabil:
Total akumulasi: kisaran Rp22 miliar Rp27 miliar
BGN belum mengeluarkan keterangan resmi terkait status rangkap jabatan ini setelah Nanik menjabat Kepala BGN.
Posisi Kepala BGN saat ini menjadi salah satu jabatan paling strategis di pemerintahan Prabowo karena bertanggung jawab atas pelaksanaan Program MBG yang menyerap anggaran negara dalam jumlah sangat besar.
Di sinilah letak masalah etisnya. Kepala lembaga yang mengelola anggaran Rp71 triliun per tahun seharusnya fokus penuh.
Bukan sambil merangkap sebagai komisaris BUMN strategis.
Karena publik tidak hanya menghitung berapa yang diterima, tapi juga menghitung apakah setiap rupiah itu menghasilkan nilai yang sepadan bagi 270 juta rakyat !!