mau cerita, udah sebulanan terakhir cowoku sibuk banget, sampe waktu buat pacaran tu gaada, aku ga permasalahin itu, karena yg dia lakuin juga kegiatan positif. tapi ternyata, aku butuh afeksi, akhirnya aku sering bilang kangen dan minta waktu sama dia buat sekedar call.
adek gw kelas 3 SD
👦🏻: ada demo ya? sebenernya demo apa sih?
👩🏻: demo menghentikan MBG
👦🏻: kali ini aku setuju soalnya MBG ga enak
#MenujuIndonesiaBangkrut
not my country tapi demi tuhan sakitnya aku pun rasa sekali. dahlah jadi pemerintah pun bodoh, 10+6=17, hantar dia ke kumon pls biar muntah buat math tiap hari.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
wkwkwkw random bgt hari inu abis ketemu pacarku, tbtb dia nanya "luwh mau ga klo suru lanjutin ngurus yayasan ibu gwah" (ibunya punya tk) KATA GW MAH BELIIN GW CINCIN DULU DRPD NANYA KEJAUHAN
idihh banyak bangeeettt
"nanti klo udah lulus, kerja di sini aja (jd pembantu di rumah dia)"
"ati ati nanti hamil terus dibunuh" (konteksnya cowo gue lg main ke rumah DOANG, DI TERAS RUMAH, LAGI MAKAN, ORTU DAN ADEK2 GUE JG ADA DI RUMAH
"udah ga usah kuliah, kasian ortunya" --
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.