๐ฎ๐ง๐๐๐ซ๐ญ๐๐ค๐๐ซใ คใ คใ คใ คใ คใ ค(๐๐๐๐).
a person whose business is preparing dead bodies for burial or cremation and making arrangements for funerals.
@medeakrede (c) dikenakan. Entah kenapa terasa sedikit mencekik di leher. "Kita berangkat sekarang?"
Acara penting seperti malam ini, tidak etis jika mereka datang terlambat, kan?
@medeakrede (c) kaki sedikit mundur untuk memberi sedikit lenggang di areamu.
Kedua matanya masih tertuju padamu. Figur cantik jelita yang ada di hadapannya.
"Seharusnya mobil yang menjemput kita sudah datang," katanya sambil sedikit membenahi dasi kupu-kupu warna dongker yang (c).
@medeakrede (c) gaun ini," adalah basa-basinya. Jemari mulai naik mengambil bulir kancing yang belum terkait. Yang jadi sebab bagian punggungmu terekspos hampir semuanya.
"...cantik sekali."
Suaranya terdengar pelan? Apa kau mendengarnya?
@medeakrede Siapa sangka? Bagian yang sulit dijangkau itu tampak mulus terekspos ketika kau memutar diri. Punggungmu.
Sabar, Shin Haiba. Ia tidak tahu kalau kau memang sengaja atau tidak, ketika kau tunjukkan satu tempat di bagian tubuhmu yang 'melemahkannya'.
"Aku baru tahu kau punya (c)
@medeakrede (c) untuk polesan yang paling akhir.
"Tetap pejamkan matamu, aku belum selesai."
Satu tangannya menyusur untuk menarik dagumu mendekat lebih lagi ke wajahnya. Bibirmu terlihat manis untuk 'disantap' olehnya.
Shin menarik napas. Ciuman yang paling akhir nyatanya lebih (c)
@medeakrede "Tidak, itu baru permintaan pertama,"
Ia mau menyangkal. "Permintaan pertama, tapi bercabang. Lagi pula aku bisa melakukannya bahkan tak akan sampai sepuluh detik. Jadi itu bisa dikategorikan satu permintaan."
@medeakrede (c) hidungmu, dagumu, dan bibirmu."
Prediksimu mungkin tepat. Tapi satu rangkaian itu baru jadi permintaannya yang pertama.
Senyum ikut mengembang lagi. "itu permintaanku yang pertama, di pagi ini, di hari ini."
@medeakrede (c) menerka-nerka sekarang.
"Permintaan pertama," tubuhnya sedikit dicondongkan mendekat, berikut wajahnya yang semakin mendakat wajahmu. Mungkin hanya jarak satu jengkal, ketika ia sedang memperhatikan wajahmu sekarang.
"Hadiahku, aku ingin mencium keningmu, kedua pipimu, (c)
@medeakrede Sebait kalimat itu justru takkan mematahkannya. Angguk kepala yang samar adalah afirmasi mengerti.
Tapi... ada sesuatu, "Apa aku boleh meminta lima hal sebagai hadiahku? Untuk hari ini saja, kumohon."
Shin Haiba tampaknya sudah mahir membentuk wajah memelas di hadapanmu.