Belajarlah dgn Muhammadiyah cara mengelola negara ini pak @prabowo
Muhammadiyah beli sebuah gereja di kota Madrid Spanyol dan akan diubah menjadi mesjid dan pusat dakwah komunitas muslim Spanyol.
Saya bangga jadi @muhammadiyah
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
Alexandra Elbakyan
Pencipta Sci-Hub, perempuan yang bikin ilmu pengetahuan terbuka untuk semua. Legend 🔥
- Lahir di Kazakhstan tahun 1988
- Umur 12 tahun sudah coding
- 14 tahun hack provider internet
- 16 tahun hack MIT Press buat download buku neurosains yang nggak bisa dibeli
Lanjut kuliah ilmu komputer, magang di Georgia Tech, sampai ngomong di Harvard soal brain-computer interface.
Waktu sadar kalau peneliti susah akses jurnal sendiri karena paywall mahal ($30 per artikel), padahal peer-review & editor gratis, & risetnya didanai uang publik miliaran dolar, dia bikin Sci-Hub tahun 2011, upload hampir semua makalah berbayar, & kasih gratis ke semua orang.
Digugat $15 juta .....